Menuju konten utama

Maman Ingin UMKM Kreatif Tiru Produk Buatan Cina

Ia pun menegaskan bahwa barang tiruan yang dia maksud bukanlah palsu atau melanggar hukum, melainkan sebuah inovasi yang tetap berada di jalur legal.

Maman Ingin UMKM Kreatif Tiru Produk Buatan Cina
Menteri UMKM Maman Abdurrahman berpose saat mengunjungi Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat (19/9/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU

tirto.id - Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dapat berinovasi dalam menghadapi persaingan global. Salah satunya adalah berani untuk meniru konsep produk Cina, namun tetap sah secara hukum.

"Cina tuh kan banyak banget tas KW. Misalnya apa tuh, Louis, Louis Vuitong (plesetan) ya gua kita sarankan kita buat barangnya, sama kurang lebih, tapi kita sebut Louis Vuitong. Kedua misalnya Gucci, tapi kita kasih nama Gucco, salah enggak? Enggak. Artinya perlu ada terobosan," kata Maman pada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (17/10/2025).

Maman menekankan bahwa semangat yang ia tanamkan agar pelaku UMKM tidak terus pasrah pada kondisi saat ini, di mana produk impor yang lebih mendominasi pasar fesyen di Indonesia.

"Ini bukan barang replika, ini masalah kita gimana caranya kita membangun kreativitas, strategi bisnis, dan strategi dagang. Kalau enggak, kita kalah sama mereka, kita terus pasrah," ungkap Maman.

Ia pun menegaskan bahwa barang tiruan yang dia maksud bukanlah palsu atau melanggar hukum, melainkan sebuah inovasi yang tetap berada di jalur legal. Itu sebabnya, dia menilai penting adanya payung hukum bagi pelaku UMKM.

"Tinggal satu hal yang harus kita lakukan, apa? Bagaimana melindungi (pelaku UMKM) secara hukum. Melindungi secara hukum kan dasarnya adalah bagaimana diberikan perizinan HAKI dari Kementerian Hukum. Kita koordinasikan," paparnya.

Sebelumnya, Maman juga menyoroti maraknya oknum Bea Cukai, yang diduga 'bermain' dalam proses masuknya barang impor ilegal ke Indonesia. Menurut Maman, hal tersebut menjadi penyebab utama UMKM di Tanah Air sulit bersaing dengan produk asing, terutama dari Cina.

"Kita tahu bahwa masih banyaknya oknum-oknum di Bea Cukai yang bermain. Saya sebut oknum ya, saya tidak sebut institusi yang bermain. Akhirnya barang-barang selundupan ataupun barang-barang yang katanya ilegal, tetapi disebut legal juga banyak masuk. Ini yang membuat usaha mikro, kecil, menengah jadi gak mampu bersaing," kata Maman.

Selain itu, kondisi ini juga menekan pelaku UMKM yang bertahan di tengah gempuran produk impor. Maman menekankan bahwa pemerintah harus mencari jalan keluar agar produk lokal tetap hidup di negeri sendiri.

"Kita juga kan harus menyelametin. Gue memberikan saran kenapa tidak kita twist mindset kita? Jangan lagi kita seperti orang yang nerima gempuran (barang impor) gitu aja, kita biarkan barang impor masuk, dan gak ada perlawanan. Jadi saya menyarankan yuk kita buat produk (sendiri)," ungkap Maman.

Baca juga artikel terkait UMKM atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra