Menuju konten utama

Panduan Lengkap Nisfu Syaban 2026: Doa, Salat, Niat Puasa, Yasin

Panduan lengkap amalan malam Nisfu Syaban 2026 dapat dikerjakan mulai Senin, 2 Februari 2026. Simak doa Nisfu Syaban 2026, niat puasa, dan surah Yasin.

Panduan Lengkap Nisfu Syaban 2026: Doa, Salat, Niat Puasa, Yasin
Ilustrasi mengerjakan amalan malam Nisfu Syaban. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Panduan lengkap Nisfu Syaban 2026 dapat menjadi acuan umat Islam. Simak beberapa amalan yang dianjurkan. Di antaranya doa malam Nisfu Syaban 2026, niat puasa, dan bacaan surah Yasin.

Nisfu Syaban 2026 merupakan hari ke-15 bulan Syaban atau separuh dari bulan Syaban. Pada momen itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan berbagai ibadah dan amal kebaikan.

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diterapkan organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah, Nisfu Syaban atau tanggal 15 Sya’ban 1447 H jatuh pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Di Indonesia, amalan Nisfu Syaban 2026 dimulai sejak malam Nisfu Syaban.

Panduan Lengkap Nisfu Syaban 2026

Amalan Nisfu Syaban 2026 dapat dikerjakan mulai Senin, 2 Februari 2026, malam hari setelah salat Magrib. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menunaikan berbagai amal saleh, ibadah, serta berdoa dengan memohon ampunan kepada Allah.

Dalam Islam, malam Nisfu Syaban 2026 juga disebut sebagai lailatul maghfirah atau malam pengampunan. Pada malam tersebut, Allah akan menurunkan rahmat dan pengampunan kepada hambaNya.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah di malam Nisfu Syaban. Hal ini juga dicontohkan oleh Nabi dalam hadis riwayat Aisyah ra, istri Nabi saw, yaitu:

فقدت النبي صلى الله عليه وسلم ذات ليلة. فخرجت أطلبه. فإذا هو بالبقيع رافع رأسه إلى السماء. فقال: يا عائشة أكنت تخافين أن يحيف الله عليك ورسوله؟ قالت: قد قلت: وما بي ذلك. ولكني ظننت أنك أتيت بعض نسائك. فقال: إن الله تعالى ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب

Artinya:”Pada suatu malam hari aku kehilangan Nabi saw, kemudian aku keluar mencari beliau. Ketika itu beliau sedang mengangkat kepala ke langit. Kemudian beliau berkata: Wahai Aisyah! Apakah engkau takut Allah dan Rasul-Nya menelantarkan engkau. Aku berkata: Aku menyangka bahwa engkau mendatangi sebagian istri-istri engkau. Kemudian beliau berkata: Sesungguhnya Allah ‘turun’ pada malam Nishfu Sya’ban ke langit dunia. Lalu, Dia mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu kambing milik kabilah Bani Kalb (salah satu kabilah yang banyak memiliki kambing),” (HR Ibnu Majah).

Doa Nisfu Syaban 2026

Pada momen Nisfu Syaban 2026, umat Islam dianjurkan semakin memperbanyak doa. Salah satu doa yang masyhur dibaca saat Nisfu Syaban 2026 ialah doa dari Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya di dalam Kitab Maslakul Akyar halaman 78-80.

Berikut lafal doa Nisfu Syaban 2026 dari Sayyid Utsman bin Yahya, dikutip dari tulisan Syarif Abdurrahman berjudul Doa Malam Nisfu Sya'ban Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah via laman NU Online:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Doa ini dapat dibaca setelah shalat sunah 2 rakaat dengan niat shalat sunah mutlak. Pada rakaat pertama, umat Islam dianjurkan membaca surat Al-Kafirun. Rakaat kedua setelah baca Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas.

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban 2026

Salah satu salat sunah yang dianjurkan pada Nisfu Syaban ialah salat Tasbih. Hal ini diriwayatkan dari jalur Ibnu Abbas. Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada Abbas bin Abdul Muthalib sebagai berikut:

"Wahai Abbas, pamanku, sukakah paman, aku beri, aku ajari 10 macam kebaikan yang dapat menghapus 10 macam dosa? Jika Paman mengerjakan hal tersebut, Allah akan mengampuni dosa-dosa Paman, baik yang awal maupun yang akhir, baik yang sudah lalu maupun yang akan datang, baik yang disengaja maupun tidak, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang samar-samar maupun yang terang-terangan," (HR. Abu Dawud).

Salat Tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang atau malam hari selama tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk mendirikan salat. Secara umum, salat Tasbih berjumlah 4 rakaan yang dapat dikerjakan langsung 4 rakaat atau per 2 rakaat 1 kali salam.

Disebut salat Tasbih karena seseorang mengucapkan kalimat tasbih sebanyak 300 kali selama salat berlangsung.

Berikut tata cara salat Tasbih pada malam Nisfu Syaban 2026, dengan formasi 4 rakaat 1 kali salam:

  • Melakukan Takbiratulihram sekaligus membaca niat
  • Bacaan niat sholat Tasbih 4 rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi arba‘a rak‘ātin lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala.”

  • Membaca Surah al-Fatihah.
  • Membaca Surah Pendek.
  • Membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar sebanyak 15 kali.
  • Rukuk, dilanjutkan membaca tasbih rukuk.
  • Sebelum bangun untuk iktidal, membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar sejumlah 10 kali.
  • Iktidal.
  • Dalam posisi iktidal sebelum sujud, membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 kali.
  • Sujud.
  • Dalam posisi sujud sebelum bangun untuk duduk di antara dua sujud membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar sebanyak 10 kali.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Dalam posisi duduk, sebelum sujud kedua, membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar sebanyak 10 kali.
  • Sujud kedua.
  • Dalam posisi sujud kedua, sebelum bangun, membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar sebanyak 10 kali.
  • Duduk untuk bangun melanjutkan rakaat kedua. Sebelum bangun dalam posisi duduk membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 kali.
  • Bangun, melakukan rakaat kedua seperti rakaat pertama, mulai dari membaca Surah Al-Fatihah hingga sujud kedua, diikuti duduk tahiyat awal.
  • Bangun, melakukan rakaat ketiga seperti rakaat pertama, mulai dari membaca Surah Al-Fatihah hingga sujud kedua
  • Bangun, melakukan rakaat keempat seperti rakaat kedua, mulai dari membaca Surah Al-Fatihah hingga sujud kedua.
  • Untuk rakaat terakhir sebelum salam, sebelum salam membaca tasbih dengan bacaan Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 kali. Dengan demikian, bacaan tasbih yang diucapkan dalam sholat Tasbih 4 rakaat sebanyak 300 kali.
Ilustrasi Islam
Ilustrasi Islam. foto/Istockphoto

Niat Puasa Nisfu Syaban

Puasa Nisfu Syaban dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 atau 15 Syaban 1447 H. Selain itu, umat Islam juga dapat mengerjakan bersamaan dengan puasa Ayyamul Bidh, yakni puasa tiga hari putih (pertengahan bulan) setiap bulan Hijriah (tanggal 13, 14, 15) yang bertepatan dengan tanggal 1-3 Februari 2026.

Berikut niat puasa Syaban 2026 dan artinya yang dapat menjadi acuan umat Islam:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: "saya niat puasa Syaban karena Allah ta’ala"

Niat merupakan salah satu syarat dalam menunaikan puasa sunah Syaban 2026. Niat puasa Syaban dapat dibaca pada malam hari hingga dini hari sebelum tiba waktu subuh.

Lantaran sifat puasa adalah sunah alias tidak wajib, niat juga bisa dibaca keesokan harinya asalkan belum melakukan perbuatan yang membatalkan puasa. Misalnya makan, minum, dan perkara lain.

Ilustrasi Islam

Ilustrasi Islam. foto/Istockphoto

Baca Surah Yasin 3 kali

Di Indonesia, umat Islam biasanya membaca surah Yasin 3 kali selepas salat Magrib pada malam Nisfu Syaban.

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki melalui kitab Madza fi Sya’ban menjelaskan diperbolehkannya membaca surah Yasin 3 kali pada malam Nisfu Syakban:

“Tak ada larangan bagi seseorang yang mengiringi amal salehnya dengan permintaan dan permohonan hajat agama dan dunia, jiwa dan raga, lahir dan batin. Siapa saja yang membaca surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta‘ala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah

Seorang muslim dapat membaca Surat Yasin 3 kali, 30 kali, 100 kali, atau mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an secara ikhlas diiringi dengan permohonan atas segala hajat, doa agar harapan terwujud, permintaan agar dibukakan dari kebimbangan, pengharapan agar dibebaskan dari kesulitan, permohonan kesembuhan dari penyakit, atau permintaan kepada Allah agar utang terbayar.”

Yasin merupakan surah ke-39 di dalam Al-Qur’an. Surah Yasin memiliki 82 ayat, 21 ayat berada di juz 22 sedangkan 61 ayat sisanya terletak di juz 23.

Bacaan Yasin pertama diniatkan agar diberikan umur yang panjang, barokah, serta senantiasa dalam ketaatan dan istiqomah beribadah kepada Allah.

Bacaan kedua diniatkan agar dijauhkan dari segala macam bala (musibah), fitnah, serta diberikan rezeki yang luas, halal, dan mencukupi tanpa harus meminta-minta kepada orang lain.

Kemudian, bacaan ketiga iniatkan agar hati ditetapkan dalam iman dan Islam hingga akhir hayat atau Khusnul Khotimah.

Berikut adalah bacaan surah Yasin secara lengkap dalam bentuk bahasa Arab, latin, dan terjemahannya:

1. يسٓ

Bacaan latinnya: "Yā Sīn"

Artinya: "Yaa Siin"

2. وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ

Bacaan latinnya: "Wal-qur`ānil-ḥakīm"

Artinya: "Demi Al-Quran yang penuh hikmah"

3. إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Bacaan latinnya: "Innaka laminal-mursalīn"

Artinya: "Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul"

4. عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Bacaan latinnya: "‘Alā ṣirāṭim mustaqīm"

Artinya: "(Yang berada) di atas jalan yang lurus"

5. تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ

Bacaan latinnya: "Tanzīlal-‘azīzir-rahīm"

Artinya: "(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang"

6. لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ

Bacaan latinnya: "Litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn"

Artinya: "Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai"

7. لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Bacaan latinnya: "Laqad ḥaqqal-qaulu ‘alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn"

Artinya: "Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman"

8. إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

Bacaan latinnya: "Innā ja’alnā fī a’nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn"

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah"

9. وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Bacaan latinnya: "Wa ja’alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn"

Artinya: "Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat"

10. وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Bacaan latinnya: "Wa sawā`un ‘alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn"

Artinya: "Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman"

11. إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

Bacaan latinnya: "Innamā tunżiru manittaba’aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm"

Artinya: "Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia"

12. إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ

Bacaan latinnya: "Innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn"

Artinya: "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)"

13. وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَٰبَ ٱلْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا ٱلْمُرْسَلُونَ

Bacaan latinnya: "Waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn"

Artinya: "Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka"

14. إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

Bacaan latinnya: "Iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa ‘azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn"

Artinya: "(Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu'"

15. قَالُوا۟ مَآ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحْمَٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

Bacaan latinnya: "Qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn"

Artinya: "Mereka menjawab: 'Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka'"

16. قَالُوا۟ رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

Bacaan latinnya: "Qālụ rabbunā ya’lamu innā ilaikum lamursalụn"

Artinya: "Mereka berkata: 'Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”

17. وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

Bacaan latinnya: "Wa mā ‘alainā illal-balāgul-mubīn"

Artinya: "Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”

18. قَالُوٓا۟ إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا۟ لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Bacaan latinnya: "Qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā ‘ażābun alīm"

Artinya: "Mereka menjawab: 'Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami'"

19. قَالُوا۟ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

Bacaan latinnya: "Qālụ ṭā`irukum ma’akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn"

Artinya: "Utusan-utusan itu berkata: 'Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas'"

20. وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ

Bacaan latinnya: "Wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas’ā qāla yā qaumittabi’ul-mursalīn"

Artinya: "Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: 'Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu'"

21. ٱتَّبِعُوا۟ مَن لَّا يَسْـَٔلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

Bacaan latinnya: "Ittabi’ụ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadụn"

Artinya: "Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk"

22. وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Bacaan latinnya: "Wa mā liya lā a’budullażī faṭaranī wa ilaihi turja’un"

Artinya: "Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?"

23. ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَلَا يُنقِذُونِ

Bacaan latinnya: "A attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni ‘annī syafā’atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn"

Artinya: "Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa’at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?"

24. إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Bacaan latinnya: "Innī iżal lafī ḍalālim mubīn"

Artinya: "Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata"

25. إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ

Bacaan latinnya: "Innī āmantu birabbikum fasma’ụn"

Artinya: "Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku"

26. قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ

Bacaan latinnya: "Qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya’lamụn"

Artinya: "Dikatakan (kepadanya): 'Masuklah ke surga'. Ia berkata: 'Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui'"

27. بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُكْرَمِينَ

Bacaan latinnya: "Bimā gafara lī rabbī wa ja’alanī minal-mukramīn"

Artinya: "Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”

28. وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

Bacaan latinnya: "Wa mā anzalnā ‘alā qaumihī mim ba’dihī min jundim minas-samā`i wa mā kunnā munzilīn"

Artinya: "Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya"

29. إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَٰمِدُونَ

Bacaan latinnya: "Ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum khāmidụn"

Artinya: "Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati"

30. يَٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Bacaan latinnya: "Yā ḥasratan ‘alal-‘ibād, mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahziuun"

Artinya: "Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya"

31. أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

Bacaan latinnya: "A lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annahum ilaihim lā yarji’ụn"

Artinya: "Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka"

32. وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Bacaan latinnya: "Wa ing kullul lammā jamī’ul ladainā muḥḍarụn"

Artinya: "Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami"

33. وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

Bacaan latinnya: "Wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kuluun"

Artinya: "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan"

34. وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَٰبٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ

Bacaan latinnya: "Wa ja’alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a’nābiw wa fajjarnā fīhā minal-‘uyụn"

Artinya: "Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air"

35. لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Bacaan latinnya: "Liya`kulụ min ṡamarihī wa mā ‘amilat-hu aidīhim, a fa lā yasykurụn"

Artinya: "Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?"

36. سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Bacaan latinnya: "Sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya’lamụn"

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui"

37. وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

Bacaan latinnya: "Wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muẓlimụn"

Artinya: "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan"

38. وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

Bacaan latinnya: "Wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-‘azīzil-‘alīm"

Artinya: "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui"

39. وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلْعُرْجُونِ ٱلْقَدِيمِ

Bacaan latinnya: "Wal-qamara qaddarnāhu manāzila ḥattā ‘āda kal-‘urjụnil-qadīm"

Artinya: "Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua"

40. لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Bacaan latinnya: "Lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbahuun"

Artinya: "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya"

41. وَءَايَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ

Bacaan latinnya: "Wa āyatul lahum annā ḥamalnā żurriyyatahum fil-fulkil-masy-huun"

Artinya: "Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan"

42. وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ

Bacaan latinnya: "Wa khalaqnā lahum mim miṡlihī mā yarkabuun"

Artinya: "Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu"

43. وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ

Bacaan latinnya: "Wa in nasya` nugriq-hum fa lā ṣarīkha lahum wa lā hum yungqażuun"

Artinya: "Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan"

44. إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ

Bacaan latinnya: "Illā raḥmatam minnā wa matā’an ilā hiin"

Artinya: "Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika"

45. وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُوا۟ مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Bacaan latinnya: "Wa iżā qīla lahumuttaqụ mā baina aidīkum wa mā khalfakum la’allakum tur-hamuun"

Artinya: "Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat', (niscaya mereka berpaling)"

46. وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ

Bacaan latinnya: "Wa mā ta`tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānụ ‘an-hā mu’ridhiin"

Artinya: "Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya"

47. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطْعَمَهُۥٓ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Bacaan latinnya: "Wa iżā qīla lahum anfiqụ mimmā razaqakumullāhu qālallażīna kafarụ lillażīna āmanū a nuṭ’imu mal lau yasyā`ullāhu aṭ’amahū in antum illā fī ḍalālim mubīn"

Artinya: "Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu', maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: 'Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata'"

48. وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Bacaan latinnya: "Wa yaqụlụna matā hāżal-wa’du ing kuntum ṣādiqīn"

Artinya: "Dan mereka berkata: 'Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?”

49. مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

Bacaan latinnya: "Mā yanẓurụna illā ṣaiḥataw wāḥidatan ta`khużuhum wa hum yakhiṣṣimụn"

Artinya: "Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar"

50. فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَآ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

Bacaan latinnya: "Fa lā yastaṭī’ụna tauṣiyataw wa lā ilā ahlihim yarji’ụn"

Artinya: "Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya"

51. وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

Bacaan latinnya: "Wa nufikha fiṣ-ṣụri fa iżā hum minal-ajdāṡi ilā rabbihim yansiluun"

Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka"

52. قَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ

Bacaan latinnya: "Qālụ yā wailanā mam ba’aṡanā mim marqadinā hāżā mā wa’adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursaluun"

Artinya: "Mereka berkata: 'Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?'. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya)"

53. إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Bacaan latinnya: "Ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum jamī’ul ladainā muḥḍaruun"

Artinya: "Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami"

54. فَٱلْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Bacaan latinnya: "Fal-yauma lā tuẓlamu nafsun syai`aw wa lā tujzauna illā mā kuntum ta’maluun"

Artinya: "Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalas, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan"

55. إِنَّ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ ٱلْيَوْمَ فِى شُغُلٍ فَٰكِهُونَ

Bacaan latinnya: "Bacaan latinnya: "Inna aṣ-ḥābal-jannatil-yauma fī syugulin fākihuun"

Artinya: "Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)"

56. هُمْ وَأَزْوَٰجُهُمْ فِى ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ

Bacaan latinnya: "Hum wa azwājuhum fī ẓilālin ‘alal-arā`iki muttaki`uun"

Artinya: "Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan"

57. لَهُمْ فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

Bacaan latinnya: "Lahum fīhā fākihatuw wa lahum mā yadda’ụn"

Artinya: "Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta"

58. سَلَٰمٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

Bacaan latinnya: "Salāmun qaulam mir rabbir raḥīm"

Artinya: "(Kepada mereka dikatakan): 'Salam', sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang"

59. وَٱمْتَٰزُوا۟ ٱلْيَوْمَ أَيُّهَا ٱلْمُجْرِمُونَ

Bacaan latinnya: "Wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrimụn"

Artinya: "Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): 'Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat'"

60. أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Bacaan latinnya: "A lam a’had ilaikum yā banī ādama al lā ta’budusy-syaiṭān, innahụ lakum ‘aduwwum mubīn"

Artinya: "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”

61. وَأَنِ ٱعْبُدُونِى ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Bacaan latinnya: "Wa ani’budụnī, hāżā ṣirāṭum mustaqīm"

Artinya: "Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus"

62. وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا۟ تَعْقِلُونَ

Bacaan latinnya: "Wa laqad aḍalla mingkum jibillang kaṡīrā, a fa lam takụnụ ta’qilụn"

Artinya: "Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?"

63. هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Bacaan latinnya: "Hāżihī jahannamullatī kuntum tụ’aduun"

Artinya: "Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya)"

64. ٱصْلَوْهَا ٱلْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

Bacaan latinnya: "Iṣlauhal-yauma bimā kuntum takfurụn"

Artinya: "Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya"

65. ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Bacaan latinnya: "Al-yauma nakhtimu ‘alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānụ yaksibụn"

Artinya: "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan"

66. وَلَوْ نَشَآءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰٓ أَعْيُنِهِمْ فَٱسْتَبَقُوا۟ ٱلصِّرَٰطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

Bacaan latinnya: "Walau nasyā`u laṭamasnā ‘alā a’yunihim fastabaquṣ-ṣirāṭa fa annā yubṣiruun"

Artinya: "Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya)"

67. وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنَٰهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا ٱسْتَطَٰعُوا۟ مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ

Bacaan latinnya: "Walau nasyā`u lamasakhnāhum ‘alā makānatihim famastaṭā’ụ muḍiyyaw wa lā yarji’ụn"

Artinya: "Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali"

68. وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Bacaan latinnya: "Wa man nu’ammir-hu nunakkis-hu fil-khalq, a fa lā ya’qilụn"

Artinya: "Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?"

69. وَمَا عَلَّمْنَٰهُ ٱلشِّعْرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُۥٓ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُّبِينٌ

Bacaan latinnya: "Wa mā ‘allamnāhusy-syi’ra wa mā yambagī lah, in huwa illā żikruw wa qur`ānum mubīn"

Artinya: "Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan"

70. لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

Bacaan latinnya: "Liyunżira mang kāna ḥayyaw wa yaḥiqqal-qaulu ‘alal-kāfirīn"

Artinya: "Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir"

71. أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَٰمًا فَهُمْ لَهَا مَٰلِكُونَ

Bacaan latinnya: "A wa lam yarau annā khalaqnā lahum mimmā ‘amilat aidīnā an’āman fa hum lahā mālikụn"

Artinya: "Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?"

72. وَذَلَّلْنَٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

Bacaan latinnya: "Wa żallalnāhā lahum fa min-hā rakụbuhum wa min-hā ya`kulụn"

Artinya: "Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan"

73. وَلَهُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Bacaan latinnya: "Wa lahum fīhā manāfi’u wa masyārib, a fa lā yasykurụn"

Artinya: "Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?"

74. وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ

Bacaan latinnya: "Wattakhażụ min dụnillāhi ālihatal la’allahum yunṣarụn"

Artinya: "Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan"

75. لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

Bacaan latinnya: "Lā yastaṭī’ụna naṣrahum wa hum lahum jundum muḥḍarụn"

Artinya: "Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka"

76. فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

Bacaan latinnya: "Fa lā yaḥzungka qauluhum, innā na’lamu mā yusirrụna wa mā yu’linụn"

Artinya: "Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan"

77. أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقْنَٰهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

Bacaan latinnya: "A wa lam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuṭfatin fa iżā huwa khaṣīmum mubīn"

Artinya: "Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!"

78. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ

Bacaan latinnya: "Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah, qāla may yuḥyil-‘iẓāma wa hiya ramīm"

Artinya: "Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”

79. قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Bacaan latinnya: "Qul yuḥyīhallażī ansya`ahā awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin ‘alīm"

Artinya: "Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk"

80. ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَآ أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ

Bacaan latinnya: "Allażī ja’ala lakum minasy-syajaril-akhḍari nāran fa iżā antum min-hu tụqidụn"

Artinya: "Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”

81. أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّٰقُ ٱلْعَلِيمُ

Bacaan latinnya: "Awa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin ‘alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa huwal-khallāqul ‘alīm"

Artinya: "Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui"

82. إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Bacaan latinnya: "Innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqụla lahụ kun fa yakụn"

Artinya: "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia"

83. فَسُبْحَٰنَ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Bacaan latinnya: "Fa sub-ḥānallażī biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa ilaihi turja’uun"

Artinya: "Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".

Baca juga artikel terkait NISFU SYABAN atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo