tirto.id - Tanggal 1-3 Februari 2026 umat Islam mengerjakan puasa sunnah apa? Kapankah malam Nisfu Syaban berlangsung, apakah pada Senin 2 Februari, ataukah Selasa 3 Februari? Bolehkah seorang muslim hanya puasa pada 15 Syaban atau Selasa (3/2) saja?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap muncul setiap memasuki pertengahan bulan Syaban, terutama karena Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu momentum penting dalam kalender Islam menjelang Ramadhan.
Keutamaan Bulan Syaban dan Anjuran Puasa Sunnah
Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan berada tepat sebelum Ramadhan. Dalam sejumlah hadis sahih, Rasulullah saw. diketahui memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini.
Misalnya, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra., disebutkan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah selain di bulan Syaban.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar utama anjuran memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban. Para ulama menjelaskan bahwa puasa Syaban berfungsi sebagai latihan spiritual dan fisik sebelum memasuki Ramadhan, sekaligus sebagai bentuk kecintaan Nabi saw. terhadap bulan tersebut.
Selain itu, Syaban juga menjadi waktu yang dianjurkan sebagai batas akhir seorang muslim untuk melunasi utang puasa (qadha) Ramadhan tahun sebelumnya. Jika ada umat Islam yang pada Ramadhan 2025 lalu jumlah puasanya tidak penuh karena sakit, haid, musafir, dan alasan syar'i lainnya, Syaban adalah kesempatan pemungkas sebelum tiba Ramadhan 2026.
Puasa Tanggal 1, 2, & 3 Februari 2026 Apakah Puasa Nisfu Syaban?
Dalam kalender Hijriah, 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, tanggal 1, 2, dan 3 Februari 2026 dapat dirinci bertepatan dengan tanggal-tanggal berikut dalam bulan Syaban 1447 H.
- Minggu, 1 Februari 2026 sama dengan 13 Syaban 1447 H
- Senin, 2 Februari 2026 sama dengan 14 Syaban 1447 H
- Selasa, Februari 2026 sama dengan 15 Syaban 1447 H (Nisfu Syaban)
- 1 Februari (13–14 Syaban) dapat diniatkan sebagai puasa sunnah Syaban, atau puasa sunnah ayyamul bidh.
- 2 Februari (14 Syaban) dapat diniatkan sebagai puasa sunnah Senin (dalam puasa Senin-Kamis), puasa sunnah Syaban, atau puasa sunnah ayyamul bidh.
- 3 Februari 2026 (15 Syaban) adalah hari Nisfu Syaban, yang juga boleh diisi dengan puasa sunnah Syaban, atau puasa sunnah ayyamul bidh.
Bolehkah Hanya Puasa Hari Nisfu Syaban 3 Februari Saja?
Para ulama sepakat bahwa puasa pada tanggal 15 Syaban hukumnya boleh, selama tidak diyakini sebagai puasa wajib atau puasa sunnah yang ditetapkan secara khusus oleh syariat.
Tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan puasa hanya pada tanggal 15 Syaban saja. Namun, karena puasa Syaban secara umum dianjurkan, maka berpuasa pada hari tersebut tetap bernilai ibadah sunnah.
Mayoritas ulama menilai lebih utama berpuasa beberapa hari di bulan Syaban. Meskipun demikian, puasa hanya pada 15 Syaban tetap saja boleh jika hanya mampu berpuasa satu hari.
Bagi kalangan mazhab Syafii, anjuran tidak berpuasa di bulan Syaban hanya berlaku setelah masuk separuh akhir bulan bagi orang yang tidak terbiasa berpuasa, sebagaimana hadis, “Jika telah masuk pertengahan Syaban, maka janganlah kalian berpuasa." (H.R. Abu Dawud)
Namun, jumhur ulama menjelaskan bahwa larangan ini tidak berlaku bagi orang yang sudah terbiasa puasa sunnah, orang yang berpuasa sambung (puasa rutin), atau orang yang memiliki utang puasa wajib yang harus dibayar sebelum Ramadhan tiba.
Nisfu Syaban 2026 Jatuh pada Senin atau Selasa?
Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Namun, perlu dipahami bahwa dalam kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak terbenam matahari pada hari sebelumnya. Oleh karena itu, malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, selepas Maghrib. Sementara itu, siang hari Nisfu Syaban berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dengan kata lain, amalan malam Nisfu Syaban (doa, zikir, sholat malam) dilakukan Senin malam. Sementara itu, puasa Nisfu Syaban dikerjakan Selasa siang
Kesimpulannya, puasa pada tanggal 1, 2, dan 3 Februari 2026 termasuk puasa sunnah Syaban, atau juga bisa disebut puasa ayyamul bidh Syaban. Tidak ada kewajiban khusus, tetapi amalan tersebut dianjurkan berdasarkan praktik Rasulullah SAW. Malam Nisfu Syaban 2026 berlangsung pada Senin malam, 2 Februari, sementara tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id





























