tirto.id - Ketua Umum Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan penerima bantuan sosial (bansos) bakal didata ulang menggunakan sistem pengenalan wajah (face recognition). Menurut Luhut, penggunaan sistem face recognition dilakukan agar penyaluran bansos tidak lagi salah sasaran.
"Nanti kalau dia [warga] tidak dapat [bansos], bisa lapor. Jadi, akan dilakukan pendataan ulang lagi, face recognition atau biometric. Dengan begitu kesalahan untuk target bansos itu maupun tadi, cash transfer, itu akan sangat kecil," ucap Luhut menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Di satu sisi, Luhut dalam kesempatan itu belum menjelaskan secara rinci skema penggunaan face recognition. Akan tetapi, ia memastikan fasilitas atau platform face recognition akan dibangun dengan alat dari dalam negeri.
"Itu lagi dikerjakan semua sekarang oleh anak-anak Indonesia. Kita belum ada beli-beli dari luar, semuanya dikerjain dari dalam [negeri]," tutur dia.
Luhut mengatakan, penggunaan face recognition tersebut bakal dilakukan beriringan dengan peluncuran pertama layanan digitalisasi pemerintah yang terintegrasi di Banyuwanyi, Jawa Timur, September 2025.
Katanya, peluncuran layanan digitalisasi pemerintah itu akan dihadiri Prabowo. Jika berjalan lancar, layanan digitalisasi pemerintah bakal berlangsung awal 2026.
"Kalau itu semua berjalan baik, 2026 akan kita launching secara nasional. Jadi, betul-betul bertahap tindak lanjut dan kemudian sambil melihat kekurangan sana sini," tutur Luhut.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































