Menuju konten utama

Luhut Rayu Investor BlackRock: Waktu yang Tepat Investasi di RI

Luhut mengakui perusahaan aset manajemen kelas dunia itu disebut pesimistis dengan kondisi perekonomian nasional.

Luhut Rayu Investor BlackRock: Waktu yang Tepat Investasi di RI
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan tentang adopsi teknologi pemerintah Indonesia dalam ajang Asia Tech x Singapore 2026 di Singapura, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku baru saja bertemu dengan investor asal Amerika Serikat (AS) BlackRock di kantornya. Dalam pertemuan itu, perusahaan aset manajemen kelas dunia itu disebut pesimistis dengan kondisi perekonomian nasional.

"Waktu BlackRock kemarin ke kantor saya, kami makan siang di kantor saya, si Sam, dia sedikit pesimistis atau banyak pertanyaan yang aneh-aneh mengenai Indonesia,” kata Luhut, dalam Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth di Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth di Indonesia Summit 2026, di The Tribrata, Dharmawangsa, Kamis (18/6/2026).

Meski begitu, Luhut berhasil meyakinkan petinggi BlackRock tersebut bahwa Indonesia memiliki masa depan yang sangat bagus. Sehingga, inilah waktu yang tepat bagi BlackRock untuk berinvestasi di tanah air.

"Saya bilang kepada dia, ya kalau seperti ini terus, ya mungkin pikirannya. Tapi, saya bilang justru this is the right time for you to invest in Indonesia karena future of Indonesia itu sangat bagus,” sambungnya.

Cerahnya Indonesia di masa mendatang itu dapat terjadi karena saat ini DEN dan pemerintah sedang gencar membangun program transformasi digital GovTech (Government Technology) Indonesia yang nantinya akan diintegrasikan dengan SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga), Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar pembagian bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat, hingga Lembaga National Single Window (LNSW) yang ada di Kementerian Keuangan.

Dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini, Luhut percaya meskipun banyak dinamika yang terjadi, Indonesia akan bangkit kembali dengan kondisi ekonomi yang lebih kuat.

"Apalagi sekarang Presiden sudah berikan instruksi untuk kita bekerja berbasis AI. Saya jelaskan panjang-panjang, ini kepada si Sam, ya dia bilang, ‘jadi Anda optimistis mengenai Indonesia?’ Ya saya pasti optimis lah, Indonesia kan tidak pernah gagal, bahwa ada dinamika sesuatu, dia pasti rebound," tegasnya.

Baca juga artikel terkait LUHUT PANDJAITAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama