Menuju konten utama

Longsor Cisarua KKB: 80 Jenazah Dievakuasi, 58 Teridentifikasi

Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR) dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban longsor di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi.

Longsor Cisarua KKB: 80 Jenazah Dievakuasi, 58 Teridentifikasi
Tim SAR gabungan saat melakukan proses pencarian terhadap korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). ANTARA/Rubby Jovan

tirto.id - Tim SAR gabungan menyatakan sebanyak 80 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), berhasil dievakuasi hingga hari ke-10 operasi pencarian. Berdasar laporan sementara, 58 korban telah teridentifikasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan proses pencarian korban longsor masih terus dilanjutkan. Tindakan ini dilakukan karena belum seluruh korban berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Pencarian tetap dilanjutkan karena belum semua mayat diidentifikasi, karena bisa saja dua kantung itu satu identitas,” kata Sekda Ade Zakir di Bandung, Senin (2/2/2026), dikutip dari Antara.

Ia menegaskan data sementara mencatat jumlah warga sipil yang menjadi korban longsor sebanyak 80 orang, sementara posko terus memperbarui informasi berdasarkan hasil identifikasi.

“Tadi kantong jenazah mencapai 80, tapi yang teridentifikasi warga kan belum tentu 80. Jadi catatan kita warga itu 80, kita fokus data warga, mencocokkan data dari DVI,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). ANTARA/Rubby Jovan

Sementara itu Tim DVI Polda Jabar berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah korban dari 80 kantong jenazah yang diterima dari tim SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan hingga saat ini pos DVI di lokasi pencarian telah menerima 80 kantong jenazah dari tim SAR gabungan.

“Pada hari kesepuluh ini kami berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah. Dengan demikian, masih terdapat 21 yang belum teridentifikasi,” kata Hendra di Bandung, Senin.

Ia menjelaskan tim DVI terus melanjutkan proses identifikasi terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi melalui tahapan rekonsiliasi data.

“Untuk selanjutnya, dari sisa jenazah yang ada, kami melaksanakan kegiatan rekonsiliasi berkaitan dengan proses identifikasi yang sudah dilakukan, baik pembandingan data post-mortem maupun ante-mortem,” katanya.

Hendra berharap jumlah korban yang berhasil diidentifikasi dapat terus bertambah seiring berjalannya proses pencocokan data oleh tim forensik.

“Karena, berdasarkan laporan yang kami terima, jumlah orang hilang terus diperbarui setiap hari. Kami akan melayani sampai seluruh proses selesai,” kata dia.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan pihaknya juga mengerahkan Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR) untuk mempercepat proses pencarian korban bencana tanah longsor di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan kehadiran Den K9 SAR diharapkan mampu membantu tim gabungan dalam mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun material longsor, terutama di area yang sulit dijangkau alat berat.

Baca juga artikel terkait KORBAN BENCANA LONGSOR

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah