Menuju konten utama

Kultum Ramadhan Singkat Hari ke-28: Berpisah dengan Ramadhan

Kultum Ramadhan hari ke-28 dengan tema berpisah dengan Ramadan bisa menjadi referensi bagi penceramah. Berikut contoh kultum malam ke-28 Ramadhan.

Kultum Ramadhan Singkat Hari ke-28: Berpisah dengan Ramadhan
Ilustrasi berdoa di bulan Ramadan. Adapun contoh kultum Ramadhan hari ke-28 dapat menjadi referensi bagi para penceramah. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kultum Ramadhan hari ke-28 dapat mengangkat tema tentang berpisah dengan bulan Ramadan. Lantas, bagaimanakah contoh kultum malam ke-28 Ramadhan yang bisa menjadi referensi bagi penceramah?

Pada dasarnya, hari ke-28 bulan Ramadan menandakan bahwa periode puasa wajib selama sebulan penuh akan segera berakhir. Oleh karena itu, umat Islam perlu memanfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum perpisahan tiba.

Ceramah malam ke-28 Ramadhan pun bisa menggunakan tema berpisah dengan Ramadan agar jemaah dapat merefleksikan pentingnya bulan suci. Pasalnya, bulan ini memiliki keistimewaan sebagai periode yang mulia, penuh berkah, penuh rahmat, dan ampunan Allah SWT.

Ceramah Kultum Ramadhan Singkat Hari ke-28

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Sebagai umat muslim yang beriman, perpisahan dengan bulan Ramadan yang penuh berkah dan rahmat ini tentu membuat sedih dan cemas. Akankah kita bisa menemui Ramadan lagi?

Ketika beberapa hari terakhir bulan puasa, mungkin saja terdapat salam perpisahan Ramadan yang dikirim oleh sesama. Beberapa pesan itu bisa membuat hati kita bergetar ketika membacanya.

Pesan tersebut misalnya:

Saudaraku, Aku akan pulang. Sudah hampir 30 hari aku bertamu, tetapi seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan istimewa, tetapi perlakuanmu tak luar biasa.

Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh.

Al-Qur'an hanya dibaca sekilas dan kalah dengan update status smartphone maupun tontonan.

Salat tak lebih khusyuk, lalu kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.

Tak banyak kau minta ampunan karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan dan kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadan. Tak pula banyak kau bersedekah karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Saudaraku, Aku seperti tamu yang tak diharapkan seakan-akan tak menyesal kau kutinggalkan. Padahal, aku datang dengan kemuliaan yang seharusnya tak pulang dengan kesia-siaan.

Percayalah, Aku pulang belum tentu akan kembali datang sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan. Masih ada beberapa hari lagi kita bersama.

Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang karena tidak ada jaminan umurmu akan bertemu lagi di Ramadan yg akan datang.

Saudaramu,

Ramadan

Sebelum Ramadan benar-benar berlalu, masih ada waktu bagi kita untuk terus meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Semoga saja kita bisa kembali bertemu Ramadan di tahun depan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu,” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Tentu saja kesedihan dan rasa cemas ini benar-benar menjadi penanda bahwa kita cinta kepada Allah SWT. Dengan begitu, kita mau sadar untuk selalu melakukan perubahan diri dan perbaikan ke arah yang lebih baik.

Dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, ada doa yang dianjurkan baginda Rasulullah SAW untuk dibaca ketika tiba waktu akhir Ramadan. Misalnya agar bisa dipertemukan kembali dengan periode Ramadan berikutnya:

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْع لْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Allahumma laa taj'alhu akhiral 'ahdi min shiyamina 'iiaahu, fa'iin taja'altahu faj 'ilnii marhuman w la taj'alni mahruman.

Artinya:

"Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadan ini sebagai bulan Ramadan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi."

Aamiin allahumma aamin.

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Demikian contoh kultum Ramadhan hari ke-28 yang dapat menjadi referensi bagi para penceramah. Pastikan juga untuk melihat kumpulan ceramah malam ke-28 Ramadhan atau hari lainnya di sini.

Kumpulan Kultum Ramadan

Baca juga artikel terkait KULTUM RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Edusains
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada