tirto.id - Bek Barcelona de Guayaquil atau Barcelona SC, Mario Pineida, tewas karena mengalami peristiwa penembakan pada Rabu (17/12/2025) waktu setempat. Pemain bola asal negara Andes ini ditembak di daerah Samanes, Guayaquil, Ekuador.
Mengutip CBS News, pihak Kementerian Dalam Negeri Ekuador telah mengonfirmasi kasus penembakan tersebut tanpa menjabarkan lebih lanjut. Sementara itu, pihak klub Barcelona de Guayaquil mengungkapkan bahwa Pineida termasuk sebagai pemain spesial.
"Kamu akan selalu mendapatkan tempat spesial di barcelonisme," tulis admin akun Instagram @barcelonasc.
Mario Pineida sendiri merupakan pemain bertahan Timnas Ekuador yang terakhir kali pernah mengikuti Copa America 2021. Kendati demikian, ia tidak ikut bermain dalam beberapa pertandingan Ekuador untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kronologi Penembakan Bek Barcelona Mario Pineida hingga Tewas
Kasus penembakan Mario Pineida, bek klub Barcelona de Guayaquil, terjadi di sekitar wilayah Samanes. Kejadian mengenaskan ini berlangsung di daerah ujung utara Guayaquil yang berjarak 165 mil dari ibu kota Quito.
Dikutip dari BBC News, berbagai media lokal negara tersebut melaporkan bahwa Mario ditembak oleh dua orang pengendara motor. Tembakan ini bukan hanya mengarah ke Pineida, tetapi juga ibu dan seorang wanita lainnya.
Berangkat dari kasus tersebut, pihak Kementerian Dalam Negeri Ekuador menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirim unit pengamanan. Anggota kepolisian setempat dikirim untuk menyelidiki kasus tersebut.
Kabar duka ini membanjiri kolom komentar akun media sosial Instagram milik Barcelona de Guayaquil. Bahkan, beberapa pihak klub bola seperti Independiente dan Fluminese juga turut mengucapkan belasungkawa.
Begitu juga dengan Federasi Sepak Bola Ekuador atau Federación Ecuatoriana de Fútbol yang menyampaikan kesedihannya. Bahkan, federasi olahraga ini mengutuk kejadian berbau kekerasan tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, wilayah Guayaquil memang sudah menjadi lokasi kekerasan geng dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai kekerasan yang terjadi di sana diduga masih berkaitan dengan perdagangan narkoba.
Permasalahan kekerasan kartel ini menimbulkan banyak korban jiwa di Guayaquil, termasuk beberapa pemain bola di sana. Pada November lalu misalnya, pemain bola klub berusia 16 tahun asal Independiente del Valle tewas karena tertembak peluru nyasar.
Ada juga kejadian penembakan yang mengakibatkan pemain bola lokal Bryan Angula terluka pada Oktober 2025. Selain mereka berdua, terdapat pula dua pemain Exapromo Costa yang tewas karena tertembak pada September lalu.
Daerah Guayaquil kini tercatat menjadi salah satu daerah pusat perdagangan narkoba dan kekerasan geng. Angka pembunuhan di sana per Januari hingga September tahun ini menembus angka 1.900 orang dan termasuk paling tinggi di negaranya.
Ingin membaca lebih banyak informasi mengenai kejadian, peristiwa, maupun perkara-perkara kancah global? Pastikan untuk terus mengikuti berbagai berita internasional terbaru hanya melalui laman berikut ini.
Masuk tirto.id
































