tirto.id - Pemerintah terus mematangkan peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai saluran utama distribusi perekonomian di tingkat tapak. Dengan estimasi investasi sekitar Rp280 triliun untuk mencakup sekitar 80 ribu desa di Indonesia, Kopdes Merah Putih bakal menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pos Indonesia.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan keberadaan Kopdes Merah Putih dirancang untuk memperkuat penetrasi pelayanan publik, mulai dari menekan kebocoran subsidi, mengendalikan inflasi, meningkatkan literasi keuangan, hingga memperluas akses logistik di pedesaan.
Salah satu dampak besar yang ditargetkan adalah efisiensi penyaluran barang subsidi agar tepat sasaran lewat skema data tunggal (single data).
“Kami menargetkan kalau ini sudah terjadi nanti, ada single data-nya, kebocoran subsidi itu akan berkurang. Jadi, kalau kami berinvestasi di Koperasi Desa itu kurang lebih misalkan 80 ribu itu Rp280 triliun,” ujar Dony dikutip Jumat (11/9/2026).
Untuk menopang efisiensi tersebut, pihaknya bersama tim terkait dari Menteri Keuangan dan Menteri Koperasi tengah merancang online system yang terintegrasi berbasis data penerima subsidi yang akurat.
“Paling tidak, kami bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp150 triliun setahun," ucapnya.
Selain pengetatan subsidi, Kopdes Merah Putih juga difungsikan sebagai instrumen penekan inflasi daerah, terutama saat terjadi lonjakan harga bahan pokok. Keberadaan Kopdes di tiap desa memungkinkan pemerintah melakukan intervensi pasar dan menyeimbangkan harga barang secara langsung ke masyarakat.
Dari sisi jasa keuangan dan penguatan usaha mikro, kerja sama dengan PNM diarahkan untuk memutus mata rantai rentenir yang selama ini membebani warga desa. PNM nantinya akan membuka kantor pelayanan di dalam Koperasi Desa untuk menyalurkan kredit produktif dengan bunga terjangkau sekitar 8 persen.
"Kami ingin memutus mata rantai rentenir di desa. PT PNM nanti akan membuka kantor di Koperasi Desa dalam rangka menyalurkan kredit. Jadi, dia (kopdes) akan menjadi collecting agent dan juga distribution agent-nya," kata Dony.
Tak hanya itu, Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan menjadi perpanjangan tangan perbankan melalui kemitraan sebagai agen penarikan dan penyetoran uang, seperti agen AgenBRILink.
Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan pelaku usaha lokal di desa, Kopdes Merah Putih bakal bermitra dengan PT Pos Indonesia. Kerja sama ini memungkinkan Kopdes berperan sebagai agen logistik resmi untuk memfasilitasi penjemputan dan pengiriman barang dari serta ke pedesaan.
Dony optimistis integrasi jaringan logistik, keuangan, dan distribusi subsidi di Kopdes Merah Putih akan memberikan manfaat yang banyak bagi kesejahteraan masyarakat.
"Manfaatnya jauh luar biasa. Dengan adanya Koperasi Desa, kita memiliki kontrol terhadap distribusi bahan-bahan yang ingin kita berikan kepada seluruh rakyat kita," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





































