Menuju konten utama

3 Khotbah Anak Sekolah Minggu tentang Kejujuran

Kumpulan kisah di Alkitab yang mengajarkan tentang perilaku jujur, bisa dijadikan khotbah Sekolah Minggu tentang kejujuran bagi anak-anak.

3 Khotbah Anak Sekolah Minggu tentang Kejujuran
Ilustrasi Sekolah MInggu sekolah minggu, foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekolah Minggu adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan nilai-nilai Kekristenan pada anak-anak dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Di Sekolah Minggu, guru bisa menceritakan kisah-kisah dari Alkitab yang penuh suri tauladan, termasuk menyampaikan khotbah Sekolah Minggu tentang kejujuran.

Kejujuran adalah prinsip penting dan fundamental yang harus dimiliki umat Kristiani. Nilai-nilai kejujuran harus ditanamkan sejak kecil, supaya benar-benar mengakar dan terpatri kuat di dalam hati.

Kelak, saat tumbuh dewasa, anak-anak akan terus memegang nilai kejujuran dan tidak akan mudah tergoda dengan hal-hal yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya.

Saat mendampingi anak-anak Sekolah Minggu, guru bisa menceritakan kisah-kisah di Alkitab tentang tokoh yang jujur, bagaimana dan apa arti bertindak jujur menurut kittab suci, serta apa ayat Alkitab tentang kejujuran. Khotbah Sekolah Minggu bisa disampaikan secara menyenangkan sesuai dengan usia anak-anak.

Kumpulan Khotbah Anak Sekolah Minggu Tentang Kejujuran

Ada banyak kisah di Alkitab yang membahas tentang integritas dan kejujuran. Guru Sekolah Minggu bisa memilih kisah-kisah tersebut untuk dikhotbahkan di hari Minggu. Bagi guru Sekolah Minggu yang sedang mencari referensi khotbah anak Sekolah Minggu tentang kejujuran, berikut beberapa kisah yang bisa dijadikan referensi.

Khotbah Anak Sekolah Minggu Kejujuran Membawa Ketenangan

doa sebelum belajar Kristen

doa sebelum belajar Kristen. foto/istockphooto

Tahukah adik-adik akan kisah Gehazi? Ia adalah hamba atau asisten Nabi Elisa. Suatu hari, setelah Naaman disebuhkan oleh sang nabi, ia ingin membeirkan hadiah. Namun, Elisa menolak hadiah tersebut. Elisa ingin menunjukkan bahwa penyembuhan itu adalah kasis karunia Allah dan bukan karena manusia.

Namun, keseraahan muncul dalam diri Gehazi. Ia mengejar Namaan dan berbohong bahwa Elisa membutuhkan hadiah itu untuk tamu-tamunya. Namaan percaya dan memberikan hadiah yang diminta Gehazi.

Saat Gehazi kembali pada Elisa, ia tidak mengakui perbuatannya. Namun, Elisa mengetahui hal tersebut dan menegurnya. Pada akhirnya, penyakit kusta Namaan melekat pada tubuh Gehazi

Adik-adik, bayangkan kalau kita berbohong seperti Gehazi. Satu kebohongan itu rasanya seperti kita memasukkan satu batu besar ke dalam tas sekolah kita. Kelihatannya tas kita biasa saja dari luar, tapi saat kita bawa berjalan, rasanya berat sekali.

Kenapa berat? Karena kalau kita bohong satu kali, kita harus ingat terus kebohongan itu supaya tidak ketahuan. Kita jadi takut, deg-degan, dan tidak tenang. Tapi kalau kita jujur, tas kita rasanya kosong dan ringan. Kita bisa lari, lompat, dan bermain dengan tenang. Sebagai anak Tuhan, adik-adik harus selalu bertindak jujur agar hati merasa tenang.

Khotbah Sekolah Minggu tentang Kejujuran Dicintai Tuhan

Dahulu kala di kota Yerikho, ada seorang pria bernama Zakheus. Zakheus ini orangnya pendek, tapi dia sangat kaya. Pekerjaannya adalah pemungut cukai atau penagih pajak.

Tapi sayang sekali, Zakheus ini dikenal sebagai orang yang tidak jujur. Kalau orang seharusnya bayar pajak 10 koin, dia minta 15 koin. 5 koinnya masuk ke kantongnya sendiri. Wah, jahat ya? Karena itu, tidak ada orang yang mau berteman dengan Zakheus. Dia kaya, tapi kesepian."

Suatu hari, Tuhan Yesus datang ke kota Yerikho. Zakheus ingin sekali melihat Yesus, tapi karena dia pendek, dia kalah tinggi dengan orang banyak. Apa yang dia lakukan? Dia berlari dan memanjat pohon ara!

Saat Yesus lewat di bawah pohon itu, Yesus berhenti. Yesus tidak memarahi Zakheus. Yesus malah melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

Zakheus senang sekali. Dia tidak menyangka Tuhan yang luar biasa mau berteman dengan orang yang tidak jujur seperti dia. Di rumahnya, setelah berbicara dengan Yesus, hati Zakheus tersentuh. Dia sadar bahwa uang banyak hasil berbohong tidak membuatnya bahagia.

Di depan Yesus dan orang banyak, Zakheus berdiri dan berkata dengan berani "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan jika ada yang pernah kuperas (aku bohongi), akan kukembalikan empat kali lipat!". Zakheus berani mengakui ketidakjujurannya dan mau memperbaikinya. Dia tidak lagi menyembunyikan dosanya.

Mendengar pengakuan Zakheus, Yesus pun mengatakan bahwa hari itu Zakheus dan keluarganya diselamatkan. Zakheus yang tadinya dijauhi orang karena tidak jujur, sekarang dicintai Tuhan dan punya banyak teman karena dia memilih untuk hidup benar.

Khotbah Sekolah Minggu Anak yang Jujur adalah Pemberani

Samuel tinggal di Bait Tuhan untuk membantu Imam Eli. Suatu malam, ketika semua sudah gelap dan tenang, tiba-tiba ada suara: 'Samuel... Samuel...'

Samuel mengira itu suara Imam Eli, lalu dia lari mendatangi Imam Eli. Namun, Imam Eli menjawab, 'Bukan aku yang memanggil, tidurlah lagi.' Kejadian itu sampai tiga kali. Akhirnya Imam Eli sadar bahwa itu adalah suara Tuhan dan menyuruh Samuel intuk mendengarkannya.

Lalu Tuhan berbicara kepada Samuel. Tuhan memberikan pesan yang sangat penting tentang keluarga Imam Eli. Isi pesannya adalah teguran yang keras untuk keluarga Imam Eli.

Keesokan paginya, Samuel bangun dengan perasaan takut dan was-wasa. Imam Eli bertanya, 'Samuel, apa yang Tuhan katakan padamu? Ceritakan semuanya, jangan ada yang disembunyikan!'.

Karena Samuel anak yang jujur, meski takut, ia tetap menceritakan semua hal dari awal sampai akhir, tidak ada yang dikurangi. Meski pesan tersebut bisa membuat Imam Eli sedih atau marah, Samuel memilih untuk jujur. Samuel berani melakukannya karena ia tahu Tuhan menyukai anak yang jujur dan pemberani.

Apa Ayat Alkitab tentang Kejujuran untuk Sekolah Minggu?

Ilustrasi Alkitab

Ilustrasi Alkitab. foto/istockphoto

Di Alkitab ada banyak ayat emas yang membahas tentang kejujuran. Meski beberapa di antaranya tidak menggunakan kata jujur, tapi maksud dari ayat-ayat tersebut adalah soal kejujuran. Berikut ini beberapa ayat Alkitab tentang kejujuran untuk Sekolah Minggu yang bisa dijadikan ayat hapalan.

  1. Amsal 11:3 - Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
  2. Amsal 11:11 - Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.
  3. Amsal 12: 6 - Perkataan orang fasik menghadang darah, tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang.
  4. Amsal 14:2 - Siapa berjalan dengan jujur, takut akan Tuhan, tetapi orang yang sesat jalannya menghina Dia.
  5. Amsal 14:9 - Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.
  6. Amsal 12:22 - Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.
  7. Amsal 15:8 - Korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi doa orang jujur dikenannya.
  8. Amsal 16:7 - Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur, siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.
Tertarik ingin membaca artikel lain tentang Sekolah Minggu? Silakan klik tautan di bawah ini.

Kumpulan Artikel Sekolah Minggu

Baca juga artikel terkait SEKOLAH MINGGU atau tulisan lainnya dari Elisabet Murni P

tirto.id - Edusains
Penulis: Elisabet Murni P
Editor: Elisabet Murni P & Yulaika Ramadhani