tirto.id - Apakah kamu masih ingat dengan baterai HP yang bisa dicopot? Atau pernahkah kamu mengisi daya baterai ponsel dengan charger kodok? Saat ini, semua itu sudah sangat jarang dilakukan karena hampir semua baterai smartphone sudah menggunakan baterai tanam.
Di zaman dulu, baterai ponsel memang bisa dilepas sehingga bisa diisi secara terpisah dari perangkat. Penggunaan baterai yang removable juga memudahkan pemilik HP untuk mengganti baterai yang sudah sudah drop maupun rusak.
Peralihan model baterai ponsel dari yang awalnya bisa dilepas menjadi baterai tanam atau non-removable battery merupakan bagian dari perkembangan desain smartphone modern.
Baterai tanam sendiri merupakan jenis baterai smartphone yang dipasang secara permanen di dalam bodi perangkat dan tidak dirancang untuk bisa dilepas-pasang oleh pengguna secara langsung.
Berbeda dengan baterai removable yang bisa diganti sendiri, baterai tanam biasanya hanya bisa dilepas melalui pembongkaran perangkat menggunakan alat khusus atau oleh teknisi yang berpengalaman.
Kenapa Smartphone Zaman Sekarang Menggunakan Baterai Tanam?

Salah satu fakta menarik tentang baterai tanam adalah tren ini dipelopori oleh iPhone yang muncul di sekitar tahun 2007. Seiring dengan meningkatnya popularitas iPhone, model baterai tanam yang memungkinkan HP jadi lebih tipis akhirnya mulai dijadikan standar dan diikuti oleh produsen lain.
Namun, perubahan baterai smartphone tentunya bukan semata-mata soal tren. Ada alasan yang lebih teknis di balik peralihan dari baterai yang bisa dilepas menjadi baterai tanam. Berikut beberapa alasan kenapa baterai smartphone menggunakan baterai tanam:
1. Desain yang Lebih Tipis
Saat ini produsen smartphone berlomba-lomba menghadirkan perangkat yang tipis, ringan, dan kompak. Pilihan desain smartphone zaman sekarang yang ramping dan minimalis ini ternyata tak lepas dari penggunaan baterai tanam.Baterai tanam memungkinkan efisiensi ruang internal tanpa perlu adanya mekanisme pengunci baterai. Selain itu, sistem buka-tutup di bagian belakang ponsel juga dinilai kurang efisien untuk menampung kapasitas baterai yang besar.
Dengan baterai tanam, bodi smartphone bisa dibuat lebih tipis, sangat cocok dengan konsep ponsel yang semakin canggih dan futuristik.
2. Lebih Banyak Ruang untuk Fitur Lain
Baterai removable membutuhkan ruang fisik tambahan di dalam smartphone karena harus dilengkapi mekanisme khusus untuk bisa dilepas-pasang. Hal inilah yang membuat perangkat menjadi lebih tebal.Dalam desain ponsel modern yang sangat mengutamakan ketipisan dan efisiensi ruang, hal ini dianggap kurang menguntungkan karena setiap milimeter sangat berharga.
Dengan menghilangkan sistem baterai yang bisa dilepas, produsen dapat memanfaatkan ruang internal yang tersisa secara lebih optimal untuk komponen lain seperti kamera tambahan, speaker, hingga sistem pendingin.

3. Membuat Struktur Bodi Lebih Kuat dan Tahan Lama
Kekuatan fisik smartphone modern sangat bergantung pada integritas strukturnya. Dengan baterai tanam, bodi smartphone dapat dirancang sebagai satu kesatuan yang lebih solid (unibody).Hal ini meminimalisir risiko kelonggaran komponen yang biasanya ada pada sambungan atau celah untuk membuka tutup baterai.
Selain itu, non-removable battery memungkinkan smartphone mencapai tingkat ketahanan terhadap air dan debu. Untuk mendapatkan sertifikasi IP67 atau IP68 yang kini menjadi standar industri, perangkat harus benar-benar tertutup dan kedap.
Desain dengan baterai tanam memungkinkan penerapan segel (gasket) dan perekat yang permanen sehingga hampir mustahil tercapai pada ponsel dengan baterai lepas biasa.
4. Meningkatkan Keamanan dan Kontrol Kualitas
Penggunaan baterai tanam membantu produsen menjaga standar keamanan dan kualitas perangkat secara lebih konsisten. Karena baterai terintegrasi langsung di dalam smartphone, produsen dapat memastikan spesifikasi baterai sesuai dengan desain sistem daya yang telah dirancang.Hal ini juga akan mengurangi risiko penggunaan baterai smartphone pihak ketiga yang tidak sesuai standar atau berpotensi berbahaya. Selain itu, desain baterai tanam juga memberikan perlindungan yang lebih baik dari kerusakan fisik eksternal.
5. Mendukung Teknologi Pengisian Daya Cepat
Penggunaan baterai tanam juga mendukung perkembangan teknologi pengisian daya cepat (fast charging) dan pengisian nirkabel (wireless charging) yang kini menjadi standar pada smartphone modern.Sistem pengisian ini membutuhkan manajemen daya yang stabil dan terintegrasi antara baterai, rangkaian pengisian, serta perangkat lunak. Dengan desain baterai tanam, produsen dapat merancang sistem kelistrikan yang lebih tertutup dan terkontrol, sehingga aliran daya dapat diatur lebih aman dan efisien.
Meski bukan satu-satunya faktor penentu, desain baterai smartphone ini membantu memastikan teknologi pengisian modern dapat bekerja secara optimal.

6. Menjamin Efisiensi Produksi dan Siklus Hidup Produk
Dari sudut pandang industri, baterai tanam membuat proses produksi smartphone menjadi lebih efisien karena desain perangkat dapat distandarisasi dalam bentuk unibody yang tertutup.Hal ini menyederhanakan perakitan, mengurangi jumlah komponen mekanis seperti penutup baterai, serta meningkatkan konsistensi kualitas antar unit produksi. Selain itu, desain ini juga mendukung integrasi komponen yang lebih rapat sehingga perangkat dapat dibuat lebih tipis dan kokoh.
Meski demikian, konsekuensinya adalah baterai menjadi tidak mudah diganti oleh pengguna sehingga perbaikannya umumnya memerlukan layanan teknisi resmi.
Itulah beberapa alasan teknis kenapa baterai smartphone menggunakan tipe baterai tanam. Secara keseluruhan, perubahan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari soal desain, keamanan, dan untuk mendukung beberapa fitur yang menjadi keunggulan sebuah smartphone.
Meskipun baterai tanam membuat proses penggantian tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh pengguna, desain ini dinilai lebih sesuai dengan arah perkembangan teknologi smartphone yang menekankan desain premium, daya tahan, dan pengalaman penggunaan yang lebih optimal.
Butuh informasi smartphone atau perangkat lain untuk mendukung kebutuhan sehari-hari? Temukan rekomendasi produk pilihan hingga tips-tips bermanfaat melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Daffa Liebert
Editor: Yulaika Ramadhani & Erika Erilia
Masuk tirto.id




























