tirto.id - Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Malaysia pada Sabtu, 26 Juli kemarin. Dalam aksi tersebut, publik meminta Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mundur dari jabatannya. Namun, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa ia tidak akan mundur.
Ribuan demonstran memadati jalan di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia Sabtu pekan lalu. Mereka melakukan aksi turun ke jalan dengan membawa spanduk berisi permintaan PM Anwar Ibrahim untuk turun dari jabatannya.
Dikutip Antara, massa berkumpul di empat titik sejak Sabtu pagi, yakni di Dataran Sogo, Masjid Jamek, Masjid Negara dan Pasar Seni. Kemudian mereka bergabung dan berkumpul di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur pada siang harinya.
Tuntutan Unjuk Rasa di Malaysia
Pengunjuk rasa yang membawa spanduk bertuliskan permintaan Anwar Ibrahim untuk turun jabatan mengatakan jika aksi ini dipicu amarah karena biaya hidup di Malaysia yang semakin tinggi dan janji reformasi yang tidak terpenuhi.
Namun, sebenarnya beberapa hari sebelum aksi unjuk rasa terbesar dalam beberapa tahun belakangan di Malaysia ini terjadi, PM Anwar Ibrahim telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait kondisi ekonomi masyarakat.
Semua warga Malaysia berusia 18 tahun ke atas akan menerima bantuan tunai satu kali sebesar RM100 (sekitar USD 23,70 atau Rp386 ribu) yang akan diberikan mulai 31 Agustus 2025, dikutip Al Jazeera.
Tak hanya itu, Anwar Ibrahim juga akan memberikan subsidi BBM kepada sebanyak 18 juta pengendara di Malaysia. Subsidi itu dalam bentuk masyarakat dapat membeli bahan bakar RON95 (oktan menengah) dengan harga subsidi baru: RM1.99/liter atau sekitar Rp7.600 per liter.
Kebijakan ini menyasar kelompok berpenghasilan rendah dan menengah, dan dinilai cukup baik untuk menenangkan gejolak sosial. Survei yang dilakukan oleh Merdeka Centre for Opinion Research pada bulan Juni menyebut sebanyak 55 persen masyarakat Malaysia puas dengan kinerja PM Anwar Ibrahim.
PM Anwar Ibrahim: Saya Tidak Akan Mundur!
Dilansir dari Malay Mail, Anwar Ibrahim menyatakan jika dirinya tidak akan turun dari jabatannya saat ini. Menurut politikus 77 tahun itu, hingga saat ini, ia tidak melakukan korupsi atas uang masyarakat dan karena itulah ia tidak akan meninggalkan jabatannya.
"Insya Allah, saya tidak akan mundur. Kalau saya mencuri uang rakyat, mereka boleh menuntut saya mundur. Tapi saya tidak melakukannya." tegas Anwar Ibrahim di Penang.
Anwar Ibrahim juga menyoroti adanya dukungan dari Partai Oposisi pemerintah yang mendalangi aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, daripada membuat masyarakat turun ke jalan, partai oposisi bisa melakukan jalur yang lebih baik yakni lewat dukungan parlemen.
"Mereka bisa menarik dukungan dari anggota Parlemen mana pun untuk mendukung mereka. Jika saya kalah, saya akan mundur dengan baik. Itulah cara damai," pintanya.
“Sekarang setelah mereka tidak lagi berkuasa, mereka berkumpul untuk menyerang kami, mengatakan kami menindas rakyat, melindungi orang kaya, dan menindas orang miskin.” sesalnya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































