tirto.id - Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Budi Gunawan menjadi salah satu menteri yang diganti oleh Presiden Pabowo Subianto pada reshuffle kabinet Merah Putih. Lantas, kenapa Menkopolkam Budi Gunawan diganti dan apakah imbas kerusuhan demo yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir?
Proses reshuffle kabinet Merah Putih berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (8/9/2025). Reshuffle dilakukan oleh presiden berdasar sejumlah pertimbangan, masukan, serta evaluasi.
Terdapat lima menteri yang diganti oleh presiden yaitu Menkopolkam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Karding, Menteri Koperasi Budi Arie, dan Menteri Pemuda dah Olahraga Dito Aritedjo.
Kenapa Menkopolkam Budi Gunawan Diganti?
Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025, Budi Gunawan diberhentikan sebagai Menkopolkam per 8 September 2025.
Alasan pemberhentian tersebut menimbulkan spekulasi dari banyak pihak. Salah satunya dikaitkan dengan imbas gelombang demonstrasi yang terjadi pada 28-31 Agustus 2025 di berbagai daerah.
Demo di berbagai daerah tersebut ada yang berujung rusuh. Beberapa fasilitas umum terbakar dan ratusan massa aksi ditangkap oleh aparat.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Komnas HAM, setidaknya ada 10 orang yang meninggal dunia akibat unjuk rasa di berbagai titik di Indonesia sejak 25 Agustus 2025-2 September 2025. Penyebab meninggalnya sejumlah korban itu diduga karena kekerasan oleh aparat kepolisian.
Sementara itu, Budi Gunawan yang saat itu menjabat sebagai Menkopolkam membidangi koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang politik dan keamanan.
Pada saat demonstrasi terjadi, Budi Gunawan juga mendapat arahan langsung dari presiden terkait penanganan situasi usai unjuk rasa berujung ricuh di sejumlah wilayah.
Sepekan setelah situasi kondusif, presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian menteri, salah satunya Menkopolkam Budi Gunawan. Atas pergantian tersebut, banyak pihak yang menilai pergantian Menkopolkam Budi Gunawan merupakan imbas kerusuhan demo.
Namun, hal ini dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menyampaikan bahwa pemberhentian Budi Gunawan sebagai Menkopolkam bukan karena alasan yang spesifik.
"Tidak ada kemudian karena suatu hal yang sangat spesifik. Ini semua kan bagian dari evaluasi menyeluruh [dari Presiden]," kata Prasetyo Hadi, mengutip laporan Antara News pada Senin (8/9/2025).
Siapa Pengganti Budi Gunawan?
Presiden Prabowo belum menentukan nama yang akan mengisi kursi Menkopolkam atau pengganti Budi Gunawan.
"Berkenaan dengan posisi Menkopolkam, untuk sementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan Beliau tugaskan di Menkopolkam sehingga untuk sementara waktu Beliau akan menunjuk ad interim," kata Mensesneg Prasetyo Hadi, dikutip dari Antara News.
Dilantik sebagai Menkopolkam pada 21 Oktober 2024, Budi Gunawan hanya menjabat Menkopolkam selama kurang dari satu tahun. Sebagai Menkopolkam, ia memiliki peran yang strategis.
Kementerian koordinator ini membawahi sejumlah kementerian strategis, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta institusi penting seperti TNI, Polri dan Kejaksaan Agung.
Salah satu gagasan yang diusulkannya adalah pemberantasan korupsi di Indonesia dengan mengadopsi model Finlandia yang memanfaatkan big data untuk mendeteksi pola-pola korupsi secara dini.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id



































