Menuju konten utama

Kemnaker Ungkap 70% Pelamar Kerja via Pasker ID Ditolak

Ada 767.000 lowongan pekerjaan yang tersedia di Pasker ID, dengan pencari kerja yang terdaftar mencapai 5 juta akun.

Kemnaker Ungkap 70% Pelamar Kerja via Pasker ID Ditolak
Gedung Kemnaker. FOTO/dok.Kemnaker

tirto.id - Kementerian Ketenagakerjaan mengungkap tingkat penyerapan tenaga kerja dari lowongan yang tersedia Pasker ID masih rendah.

Kepala Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita, mengungkapkan, dari total lowongan pekerjaan di aplikasi tersebut, hanya sekitar 30 persen yang berhasil terserap ke dalam pekerjaan. Sementara 70 persen lainnya ditolak.

Sebagai informasi, Pasker ID adalah platform digital Pusat Pasar Kerja yang dikelola Kemenaker.

“Saat ini kan perusahaan laporannya masih kurang begitu taat. Jadi dari data pelamar ini kita cek padupadankan dengan data BPJS di angka 30 persen,” katanya di Kantor Pasar Kerja, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Dia menjelaskan, saat ini terdapat 767.000 lowongan pekerjaan yang tersedia di dalam platform terintegrasi tersebut. Sedangkan, jumlah user atau pencari kerja yang terdaftar mencapai 5 juta akun.

Dari angka 30 persen ini menunjukkan gap yang cukup besar jumlah lowongan pekerjaan dengan pekerja yang berhasil terserap. Surya mengidentifikasi beberapa penyebab utama rendahnya angka penyerapan ini.

Salah satu kendala besar adalah mekanisme lamaran kerja yang serba digital dan instan. "Ini kan elektronik semua. Sekali bikin login, bikin profil jadi sendiri. Jadi banyak yang iseng-iseng nge-click sembarangan walaupun nggak cocok sama kualifikasi," ujarnya.

Faktor krusial lainnya adalah kualitas Curriculum Vitae (CV) yang dinilai banyak dibuat asal-asalan. Karena prosesnya full elektronik, CV menjadi kesan pertama bagi perusahaan dalam menilai pelamar.

"Nih yang ngebuat CV-nya rata-rata ya asal-asal aja. Jadi cukup ya saya tamatan SMK. Keahliannya ditanyakan nggak diisi," jelas Surya.

Padahal, menurutnya, keterampilan sederhana seperti memiliki SIM A atau penguasaan dasar Microsoft Excel bisa menjadi nilai jual yang signifikan. Sayangnya, banyak pelamar tidak mencantumkannya.

"Padahal tadi kemampuan mengemudi aja itu penting. Kemampuan sedikit berbahasa Inggris penting. Kadang ya cuma Excel aja kalau ditulis itu ngejual. Kadang orang enggak bisa Excel padahal kan bisa Word-nya. Itu nggak ditulis ya akhirnya perusahaan nggak tahu," tambah Surya.

Menyikapi masalah ini, Surya menekankan pentingnya pembelajaran membuat CV yang baik dan lengkap sejak di bangku sekolah. Ia berharap kemampuan ini diajarkan sebelum siswa lulus.

"Makanya kan di internet ya kalau dilihat kan ada bikin CV gratis segala macam. Soalnya memang bikin CV-nya ya kayaknya di tingkat pendidikan ya, sebelum lulus tuh harus diajarin," ucapnya.

Meskipun demikian dia optimis lowongan pekerjaan yang terdaftar di Pasker ID akan meningkat di tahun depan. Pasalnya, pemerintah telah mengeluarkan Perpres No. 57/ 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan.

Dalam Perpres ini perusahaan baik BUMN, kementerian/lembaga, maupun swasta diwajibkan untuk melaporkan lowongan yang tersedia, jika tidak sanksi administrasi akan diberlakukan.

Dengan ketentuan ini, dia yakin bawah pada sepanjang tahun ini lowongan kerja yang terdaftar di aplikasi akan semakin tinggi, menembus 2 juta lowongan.

“Tadi yang swasta sendiri itu (lowongan kerjanya) saya confidence itu di angka 2 juta sebenarnya. Tapi yang cuma kita bisa capture baru setengah. Ini yang 2 juta,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait LOWONGAN KERJA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana