tirto.id - Direktur Jenderal (Dirjen) Hubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan, siap menemui perwakilan supir truk yang hari ini turut melakukan demonstrasi terkait kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), di Monas hari ini, Rabu (2/7/2025). Bahkan, sebelumnya pun Kemenhub juga telah bertemu dan berdiskusi dengan perwakilan supir truk.
“Karena sudah direncanakan lama mungkin ya, unjuk rasa ini mungkin untuk menyampaikan aspirasinya kepada kita. Jika merek ingin bertemu, ya kita temui,” ujar dia, dalam Konferensi Pers, di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2025).
Dengan pertemuan yang pernah berlangsung, Aan mengaku telah menampung aspirasi para supir truk, di mana di antaranya adalah revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kemudian, ada pula tuntutan untuk melindungi para pengemudi, termasuk kesejahteraannya; penegakan hukum dengan objek jangan hanya pengemudi; hingga membasmi premanisme; serta pungutan liar.
“Ada sekitar lima lah tuntutan dari (demo) ODOL ini. Ini juga sama, tuntutannya dengan teman-teman yang kemarin kita audiensi,” tambah Aan.
Pada hari ini, diketahui ratusan supir truk dari sejumlah asosiasi menggelar demonstrasi untuk meminta penjelasan terkait kebijakan Zero ODOL yang akan segera diterapkan di awal tahun 2026. Penanggungjawab aksi, Ika Rostianti, mengatakan unjuk rasa ini akan diikuti oleh 500 sopir, yang akan membawa 300 truk.
Aksi akan berlangsung di sekitaran Monas, dengan titik berada di depan Kantor Kemenhub dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunana Kewilayahan (IPK).
“Pagi kami konvoi sampai bagaimana caranya kami akan sampai ke depan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kemenko Infrastruktur,” ujar dia, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).
Semua truk yang ditempatkan di Ring I Jakarta itu tidak akan dipindahkan, sampai perwakilan aksi diterima oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi atau Menko PIK, Agus Harimurti Yudhoyono.
“Kami mendukung Zero ODOL. Tapi, posisi kami di mana? Kami butuh perlindungan,” tegas Ketua Umum Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































