Menuju konten utama

Kematian Bos Kartel, DPR: Belum Ada Travel Warning ke Meksiko

TB Hasanuddin menilai keputusan terkait travel warning sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah setelah melalui kajian situasi keamanan secara menyeluruh.

Kematian Bos Kartel, DPR: Belum Ada Travel Warning ke Meksiko
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/2/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait penerbitan travel warning bagi warga negara Indonesia (WNI) ke Meksiko, menyusul gejolak keamanan akibat kematian bos kartel narkoba di negara tersebut.

Dia mengatakan pihaknya menyerahkan kajian kepada pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri terkait hal tersebut.

“Ya tergantung. Begini, saya tidak cukup informasi untuk menyatakan seperti itu ya. Kecuali tingkatannya kemudian juga di situ perlu diputuskan travel warning, ya silakan. Saya kira Kementerian Luar Negeri saya kira sudah membahas itu,” ucap TB di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Dengan demikian, dia menegaskan belum ada rekomendasi resmi untuk pembatasan perjalanan ke Meksiko. TB menilai keputusan terkait travel warning sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah setelah melalui kajian situasi keamanan secara menyeluruh. Kemudian dia menambahkan, situasi kejahatan narkoba di Indonesia masih berbeda dengan kondisi di Meksiko.

“Saya kira Meksiko beda dengan Indonesia ya. Kartel narkoba belum segila di Meksiko-lah saya kira ya. Bahwa penyelundupan-penyelundupan itu dapat informasi semakin banyak, saya melihatnya dari dalam dua minggu terakhir ini itu banyak narkoba yang ditangkap ya, di kapal, ABK-nya sedang diproses hukum,” ucap dia.

“Kemudian tadi di TV juga ada, ada sebuah kegiatan pengantar narkoba sebanyak 20 kilo disergap di jalan dan sebagainya. Itu artinya narkoba itu makin berkembang. Dan sampai sekarang saya kira kejahatan itu ya belum seperti di Meksiko ya. Jadi sampai sekarang alhamdulillah negara masih mampu melindungi dan memberikan pengamanan pada kita semua ya,” tambahnya.

Terkait perlindungan WNI di Meksiko, ia menyebut belum menerima informasi adanya warga Indonesia yang terdampak langsung situasi tersebut.

“Sampai sekarang nggak ada, saya belum dapat informasi kalau warga negara kita yang terlibat ya, begitu. Bahwa akan ada dampak, biasanya secara otomatis kedutaan besar di sana melakukan upaya-upaya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Begitu ya,” ucap TB.

Bos kartel narkoba di Meksiko, El Mencho tewas dalam operasi militer yang dirancang untuk menangkapnya pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Operasi militer ini digelar oleh aparat Meksiko bekerja berdasarkan kerja sama solid dengan Joint Interagency Task Force-Counter Cartel (JITF-CC) Amerika Serikat yang baru dibentuk pada Januari lalu.

Seorang mantan pejabat AS, yang enggan disebut namanya, mengatakan pada Reuters bahwa AS telah menyusun paket target terperinci untuk El Mencho dan memberikannya kepada pemerintah Meksiko untuk operasinya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut Meksiko dikendalikan oleh kartel-kartel narkoba. Pernyataan ini membuat Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum semakin serius memerangi kasus narkotika di negaranya jika tidak ingin Trump mengambil alih penanganannya.

Baca juga artikel terkait MEKSIKO atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty