tirto.id - Bos kartel narkoba di Meksiko, El Mencho tewas dalam operasi militer yang dirancang untuk menangkapnya pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat.
Operasi militer ini digelar oleh aparat Meksiko bekerja berdasarkan kerja sama solid dengan Joint Interagency Task Force-Counter Cartel (JITF-CC) Amerika Serikat yang baru dibentuk pada Januari lalu.
Seorang mantan pejabat AS, yang enggan disebut namanya, mengatakan pada Reuters bahwa AS telah menyusun paket target terperinci untuk El Mencho dan memberikannya kepada pemerintah Meksiko untuk operasinya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut Meksiko dikendalikan oleh kartel-kartel narkoba. Pernyataan ini membuat Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum semakin serius memerangi kasus narkotika di negaranya jika tidak ingin Trump mengambil alih penanganannya.
Profil Nemesio Ruben Oseguera Cervantes “El Mencho”
Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, lebih dikenal dengan julukan El Mencho, lahir pada 17 Juli 1966 di Aguililla, Michoacan, Meksiko.
Dia adalah warga negara Meksiko dengan tinggi sekitar 5’8” (sekitar 173 cm) dan berat 165 lbs (sekitar 74,8 kg), berambut hitam dan bermata cokelat, seperti dilansir dari situs resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
El Mencho dikenal luas sebagai salah satu pengedar narkoba paling dicari di dunia dan merupakan pendiri sekaligus pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), salah satu kartel narkoba paling kuat dan paling brutal di Meksiko.
Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah hingga $15 juta atau sekitar Rp252,015 miliar bagi siapa saja yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman bagi Oseguera Cervantes.
Mengutip The Guardian, CJNG, yang dibentuk sekitar 2007–2009, awalnya bekerja di bawah Sinaloa Cartel namun kemudian memisahkan diri dan menempuh jalur mandiri.
Di bawah kepemimpinan El Mencho, CJNG dikenal karena kekerasannya yang ekstrem, sering menyerang kartel rival, aparat penegak hukum Meksiko, dan pejabat pemerintah, termasuk melalui penggunaan senjata berat, rudal, ranjau, dan bahkan drone ber eksplosif.
Kartel ini juga memiliki kapasitas besar dalam perdagangan kokain, heroin, metamfetamin, dan dalam beberapa tahun terakhir, fentanyl yang diselundupkan ke Amerika Serikat, menjadikan CJNG sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional baik di Meksiko maupun AS.
El Mencho mulai terlibat dalam perdagangan narkoba sejak 1990-an. Ia pernah pindah ke Amerika Serikat, dan pada tahun 1994 ia dihukum karena konspirasi distribusi heroin dan menjalani hukuman hampir tiga tahun penjara.
Setelah kembali ke Meksiko, ia bekerja sama dengan narco Ignacio Coronel Villareal sebelum akhirnya mendirikan CJNG bersama Erik Valencia Salazar, alias “El 85”.
CJNG berkembang pesat, bersaing sengit dengan kartel lain, dan kini memiliki cabang di seluruh Amerika Serikat, memasok kokain, fentanyl, dan metamfetamin dengan skala besar.
Sepanjang kariernya, Oseguera beberapa kali didakwa di pengadilan distrik AS untuk distribusi narkoba, penggunaan senjata api terkait perdagangan narkoba, dan pengelolaan organisasi kriminal berskala besar di bawah Drug Kingpin Act.
Meski menjadi salah satu buronan paling dicari, ia berhasil menghindari penangkapan selama bertahun-tahun, termasuk upaya gagal pada 2015 ketika anggota kartelnya menembak jatuh helikopter militer.
Aktivitasnya menyebabkan instabilitas besar di Meksiko, dengan CJNG sering melakukan serangan mematikan terhadap pasukan militer dan polisi lokal.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































