Menuju konten utama

Meksiko Tolak Gabung Board of Peace karena Tak Ada Palestina

Meksiko menyatakan menolak undangan Trump untuk bergabung dengan Board of Peace karena dewan perdamaian tersebut tidak menyertakan Palestina.

Meksiko Tolak Gabung Board of Peace karena Tak Ada Palestina
Presiden Prabowo Subianto (keempat kiri bawah) memberikan pernyataan saat KTT Dewan Perdamaian (BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Pada KTT BoP itu Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada International Stabilization Force (ISF) serta mendukung rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang Gaza. ANTARA FOTO/HO-Setpres/hma/wpa.

tirto.id - Pemerintah Meksiko menolak untuk bergabung dengan Board of Peace, dewan perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Alasan penolakan itu karena Palestina tidak diikutsertakan dalam keanggotaannya.

Pemerintah Meksiko melalui Secretaria de Relaciones Exteriores mengeluarkan pernyataan resmi pada 17 Februari 2026 mengenai partisipasinya dalam Board of Peace untuk Gaza.

Meksiko menyampaikan apresiasi atas undangan dari Pemerintah Amerika Serikat untuk menjadi anggota pendiri inisiatif tersebut, yang bertujuan mencapai perdamaian yang langgeng di Gaza.

Namun, Meksiko menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berpartisipasi sebagai negara anggota karena mempertimbangkan kerangka hukum nasional terkait perjanjian internasional serta prinsip konstitusional yang menjadi pedoman kebijakan luar negerinya.

Pemerintah Meksiko menekankan dukungannya terhadap solusi dua negara, yang harus melibatkan kedua pihak, Israel dan Palestina, dalam setiap upaya penyelesaian konflik, sejalan dengan prinsip kesetaraan kedaulatan negara dan ketentuan Pasal 89 ayat X UUD Meksiko yang menekankan penyelesaian sengketa secara damai dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat.

Sebagai negara dengan tradisi perdamaian dan komitmen terhadap dialog multilateral, Meksiko akan hadir sebagai negara pengamat dalam Board of Peace.

Ini memungkinkan pihaknya untuk mendampingi proses-proses yang berkontribusi pada tercapainya perdamaian abadi tanpa terlibat dalam pengambilan keputusan atau komitmen yang mengikat, serta tetap mendukung upaya perdamaian yang selaras dengan inisiatif PBB.

Meksiko Tolak Gabung Board of Peace karena Palestina Tak Diikutsertakan

Selain melalui pernyataan resmi yang diunggah di situs resmi Secretaria de Relaciones Exteriores, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, juga menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi sebagai anggota penuh dalam Board of Peace.

Sheinbaum menekankan bahwa karena Meksiko mengakui Palestina sebagai negara, penting bagi kedua negara, Israel dan Palestina, untuk terlibat, namun dalam struktur keanggotaan BoP tersebut tidak disiapkan demikian.

“Mengingat bahwa kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara, penting bagi kedua negara, Israel dan Palestina, untuk berpartisipasi. Namun, hal itu tidak diatur seperti itu,” ujar Sheinbaum seperti diberitakan Anadolu Anjasi.

Meski menolak untuk menjadi anggota, Meksiko mengirimkan duta besarnya untuk PBB sebagai pengamat dalam pertemuan perdana Board of Peace yang telah digelar pada Kamis, 19 Februari kemarin.

Sheinbaum menjelaskan bahwa Pemerintah Meksiko akan mengirimkan Menteri Luar Negeri Meksiko dan duta besar PBB dalam pertemuan tersebut, sehingga duta besar akan mewakili negara tersebut dalam kapasitas pengamat.

“Mereka mengundang kami untuk hadir sebagai pengamat; jika kami tidak akan berpartisipasi, maka untuk hadir sebagai pengamat. Dan bersama dengan menteri luar negeri, kami memutuskan bahwa duta besar kami untuk PBB akan hadir sebagai pengamat,” tambahnya.

Selain itu, Sheinbaum menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap Palestina. Meksiko menyebut serangan Israel terhadap Jalur Gaza dan rakyat Palestina sebagai genosida, serta menekankan perlunya solusi dua negara.

Meksiko menambah daftar negara-negara yang memilih untuk menolak undangan Trump menjadi anggota Board of Peace. Sebelumnya, beberapa negara Eropa tegas menolak undangan tersebut.

Mereka menjelaskan jika alasan penolakan karena mereka menilai jika dewan perdamaian yang diketuai Trump itu berpotensi untuk melemahkan atau menyaingi peran PBB yang selama ini menjaga perdamaian dunia.

Trump usai pertemuan pertama BoP menampik jika dewan yang ia dirikan ini bertujuan untuk menyaingi peran PBB.

"Dewan Perdamaian pada dasarnya akan mengawasi PBB dan memastikan organisasi itu berjalan dengan baik," kata Trump dikutip laman Nikkei.

Baca juga artikel terkait BOARD OF PEACE atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Reporter: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra