Menuju konten utama

Kebutuhan Primer & Belanja Online Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga

Kuartal II yang bertepatan dengan adanya hari libur nasional dan libur sekolah, serta hari keagamaan praktis membuat mobilitas penduduk cukup tinggi.

Kebutuhan Primer & Belanja Online Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga
Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja secara daring di salah satu situs belanja di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (6/2/2024).ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan konsumsi rumah tangga yang tumbuh menjadi 4,91 persen di kuartal II, didorong oleh peningkatan kebutuhan primer dan mobilitas masyarakat. Kuartal II yang bertepatan dengan adanya hari libur nasional dan libur sekolah, serta hari keagamaan praktis membuat mobilitas penduduk cukup tinggi.

“Kebutuhan bahan makanan dan makanan jadi meningkat karena aktivitas pariwisata selama periode libur. Sedangkan peningkatan mobilitas masyarakat menyebabkan peningkatan konsumsi transportasi dan akomodasi,” jelas Edy, dalam Konferensi Pers, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).

Mobilitas masyarakat yang cukup tinggi ini tercermin dari pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara yang mencapai 22,32 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II 2025. Ini lebih tinggi ketimbang realisasi pertumbuhan perjalanan wisnus di kuartal I 2025 yang hanya sebesar 17,34 persen.

“Banyaknya perjalanan melalui darat yang memanfaatkan jalan tol, juga ditunjukkan oleh volume transaksi di GTO (Gerbang Tol Otomatis) Jasa Marga, naik 2,86 persen secara q-to-q (quartal to quartal/kuartalan) dibandingkan dengan triwulan I. Jadi, ini data dari laporan Jasa Marga,” tambah Edy.

Kemudian, setelah permintaan rumah tangga tertahan di kuartal sebelumnya, optimisme mulai meningkat pada kuartal II 2025. Hal inilah yang kemudian menyebabkan kinerja impor barang konsumsi juga mengalami kenaikan 7,60 persen (yoy) dan 9,80 secara kuartalan.

“Mudah-mudahan ini akan terus membaik ya ke depan di triwulan III dan seterusnya untuk bisa kemudian mendorong perekonomian secara nasional,” kata dia.

Kendati peningkatan terjadi pada kebutuhan dasar dan mobilitas masyarakat, namun Edy tak bisa menjawab pertanyaan apakah daya beli masyarakat sudah pulih sepenuhnya atau belum.

Namun, dia hanya bisa memastikan, BPS melihat adanya hal baru terkait peralihan atau shifting kebiasaan belanja masyarakat yang sebelumnya banyak belanja langsung ke pasar-pasar atau pusat perbelanjaan menjadi bertransaksi lewat toko-toko online.

“Yang barangkali belum pernah diungkap, ya. Jadi, kita memang mudah melihat fenomena secara langsung, secara offline tapi yang secara online barangkali cukup sulit untuk bisa dilihat,” tutup Edy.

Baca juga artikel terkait KONSUMSI RUMAH TANGGA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra