Menuju konten utama

Kata Gus Ipul soal Isu Percepatan Muktamar NU: Serahkan ke Ulama

Gus Ipul bilang musyawarah dan istikharah para ulama jadi jalan utama mengambil keputusan strategis.

Kata Gus Ipul soal Isu Percepatan Muktamar NU: Serahkan ke Ulama
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat wawancara bersama Elshinta, Jumat (11/7/2025), mengupas kesiapan Sekolah Rakyat menjelang masa orientasi pada 14 Juli 2025. foto/Dok. Kemensos

tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memilih tidak memberikan komentar terkait isu percepatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang belakangan mencuat ke publik. Gus Ipul menegaskan seluruh persoalan organisasi NU, termasuk dinamika struktural, diserahkan sepenuhnya kepada para ulama dan kiai.

“Loh nanti aja, itu saya nggak mau komentar. Itu kita serahkan ke ulama aja. Saya nggak mau komentar masalah-masalah,” kata Gus Ipul saat ditemui di Masjid KH Hasyim Ashari, Jakarta Barat, Selasa (26/12/2025) malam.

Gus Ipul juga tak berbicara banyak terkait status kepengurusan dan isu penunjukan pejabat sementara (PJ) ketua di lingkungan NU. Ia meminta semua pihak bersabar dan menunggu proses yang sedang berjalan.

“Tunggu dulu. Semua tunggu aja,” katanya singkat.

Kemudian, Gus Ipul menekankan bahwa NU memiliki mekanisme tersendiri dalam menyelesaikan perbedaan pendapat di internal organisasi. Menurut dia, musyawarah dan istikharah para ulama menjadi jalan utama dalam mengambil keputusan strategis.

“Jadi NU itu punya cara untuk menyelesaikan masalah. Makanya dari awal kan saya bilang udah kita serahkan aja pada ulama nanti akan ada solusi yang kadang-kadang tidak kita duga. Maka itu kita serahkan aja kepada para ulama lewat musyawarah, lewat istikharah mereka ambil keputusan,” ucapnya.

Ia pun mengimbau warga dan pengurus NU di semua tingkatan agar tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Saya ingin warga NU tetap tenang, pengurus NU tetap tenang. Ikuti saja perkembangan yang official, jangan terbawa berita hoaks atau berita palsu,” kata Gus Ipul.

Sebelumnya diberitakan, konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mulai menemui titik akhir. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mencapai islah dalam pertemuan yang diprakarsai oleh para masyayikh dan mustasyar NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025).

Dalam pertemuan itu, kedua pimpinan tertinggi PBNU sepakat bahwa jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan organisasi adalah melalui penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua menjadi saksi sebuah peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam telah menyepakati bahwa solusi terbaik untuk jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Yahya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).

Yahya mengatakan kesepakatan untuk menggelar Muktamar bersama ini dicapai setelah melalui proses negosiasi dan perdebatan yang panjang. Sejumlah tokoh penting NU turut terlibat sebagai penengah, termasuk Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin.

Dengan kesepakatan yang dicapai di Lirboyo hari ini, kepemimpinan PBNU hingga Muktamar mendatang akan tetap berjalan di bawah KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.

Baca juga artikel terkait MUKTAMAR NU atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Siti Fatimah