Menuju konten utama

Kapan Salat Rabu Wekasan 2025 Dilakukan & Bacaan Doa Amalannya?

Kapan sholat Rabu Wekasan 2025 dilakukan & bacaan doa amalannya? Simak ulasannya.

Kapan Salat Rabu Wekasan 2025 Dilakukan & Bacaan Doa Amalannya?
Ilustrasi Salat. foto/Istockophoto

tirto.id - Rabu Wekasan 2025 jatuh pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Lantas, kapan salat Rabu Wekasan 2025 bisa dilakukan dan bagaimana bacaan doa serta rangkaian amalannya?

Rabu Wekasan atau Rabu terakhir bulan Safar kerap kali dikaitkan dengan datangnya berbagai musibah. Hal ini diterangkan oleh Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairabi (w.1151 H) dalam kitab Fathul Malik al-Majid al-Muallaf li Naf'il 'Abid wa Qam'i Kulli Jabbar 'Anid.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa lebih dari 300 ribu bala' dan bencana akan diturunkan pada hari Rabu terakhir bulan Safar.

(فَائِدَةٌ) ذَكَرَ بَعْضُ الْعَارِفِينَ مِنْ أَهْلِ الْكَشْفِ وَالتَّمْكِينِ أَنَّهُ يَنْزِلُ فِي كُلِّ سَنَةٍ ثَلَاثُمِائَةٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ، وَكُلُّ ذَلِكَ فِي يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِيرِ مِنْ شَهْرِ صَفَرٍ، فَيَكُونُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبَ أَيَّامِ السَّنَةِ كُلِّهَا.

Artinya: “(Faedah), ‘Sebagian orang arif dari kalangan ahli kasyf (penyingkapan) dan tamkin (keteguhan rohani) menyebutkan bahwa setiap tahun turun 320 ribu bencana, dan semuanya turun pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Maka hari itu menjadi hari yang paling berat di sepanjang tahun".

Kapan Sholat Rabu Wekasan 2025 Dilakukan?

Sebagai salah satu ikhtiar menjauhi musibah yang datang di hari Rabu Wekasan, umat Islam melakukan sejumlah ibadah seperti salat Rabu Wekasan. Gunanya memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah.

Selain itu, beberapa daerah juga menggelar hajatan dan doa-doa khusus untuk menyambut datangnya Rabu Wekasan. Hal ini bagian dari kearifan masyarakat dalam menjaga harmoni kehidupan.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Rabu Wekasan 2025 bertepatan dengan hari Rabu, 20 Agustus 2025. Penentuan tersebut merunut pada kalender bulan Safar yang dimulai pada Sabtu, 26 Juli 2025 atau bertepatan dengan 1 Safar 1447 H.

Kemudian, bulan Safar berakhir pada 30 Safar 1447 H atau Minggu, 24 Agustus 2025. Merunut kalender tersebut, maka Rabu Wekasan 2025 jatuh pada hari Rabu, 20 Agustus 2025.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan pada Rabu Wekasan 2025 ialah melangsungkan shalat hajat af’il bala’ al-makhuf untuk menolak bala yang dikhawatirkan atau salat sunah mutlak atau nafilah mutlaqah.

Dalam syariat Islam, shalat hajat tersebut dapat dilakukan kapanpun, tanpa harus menunggu hari Rabu Wekasan. Namun, pada Rabu Wekasan, salat sunah tolak balak juga tepat untuk dikerjakan.

Salat sunah tolak balak tidak memiliki waktu pelaksanaan yang khusus atau dapat dikerjakan kapan saja. Namun, dilarang untuk dikerjakan pada waktu selesainya salat subuh hingga matahari terbit, sekitar 15 menit sebelum waktu salat Zuhur, atau setelah asar sampai masuk magrib.

Bacaan Doa Amalan dan Shalat Rabu Wekasan

Salat sunah yang dikerjakan pada Rabu Wekasan diniatkan untuk salat sunah yang disyariatkan seperti shalat sunah mutlak atau shalat sunah lidaf’il bala. Sebab, salat Rabu Wekasan secara khusus tidak disebut dalam syariat.

Hal ini dijelaskan oleh Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam kitab Kanz al-Najah wa al-Surur seperti melansir laman resmi NU Online melalui artikel "Hukum Shalat Rebo Wekasan dalam Islam" yang ditulis M. Mubasysyarum Bih:

قلت ومثله صلاة صفر فمن أراد الصلاة فى وقت هذه الأوقات فلينو النفل المطلق فرادى من غير عدد معين وهو ما لا يتقيد بوقت ولا سبب ولا حصر له . انتهى

Artinya:"Aku berpendapat, termasuk yang diharamkan adalah shalat Safar (Rebo Wekasan), maka barang siapa menghendaki shalat di waktu-waktu terlarang tersebut, maka hendaknya diniati shalat sunnah mutlak dengan sendirian tanpa bilangan rakaat tertentu. Shalat sunnah mutlak adalah shalat yang tidak dibatasi dengan waktu dan sebab tertentu dan tidak ada batas rakaatnya,".

Berikut tata cara pelaksanaan salat sunah mutlak pada Rabu Wekasan:

1.Niat salat sunnah mutlak dua rakaat

​​​​​​​أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla​​​​​​​

Artinya: Saya niat salat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.

2. Setelah membaca al-Fatihah, baca Surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq dan An-Nas sekali setiap rakaat.

3. Lakukan salat sebagaimana biasanya dua rakaat.

4. Setelah salam, membaca doa

5. Salat sunnah mutlak dua rakaat ini dilakukan dua kali.

Selain salat sunah mutlak, masyarakat juga dapat mengerjakan shalat sunnah lidaf’il bala. Berikut tata cara pelaksanaan salatnya:

1. Sebelum melaksanakan salat membaca istigfar:

اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا

“Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti.

2. Membaca niat

اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

3. Setiap selesai membaca surat al-Fatihah membaca: Surat al-Kautsar 17 kali Surat al-Ikhlas 5 kali Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali.

4. Dikerjakan 4 rakaat dua kali salam.

5. Doa setelah salat lidaf’il bala:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْ يقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ, اَللهُ اَكْبَرْاَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”.

Selain salat sunah di atas, masyarakat juga dapat melaksanakan beberapa amalan doa Rabu Wekasan. Berikut amalan dan doanya:

1. Berdoa kepada Allah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya. “

“Ya Allah, wahai Yang Maha Kuat lagi Maha Mungkin, wahai Yang Maha Perkasa, segala makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu. Cukupkanlah aku dari segala makhluk-Mu. Wahai Yang Maha Baik, Yang Maha Indah, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Pemberi, Yang Maha Mulia, wahai Yang tiada Tuhan selain Engkau, berilah rahmat kepada ku dengan rahmat-Mu. Wahai Yang Maha Pemurah di antara yang pemurah. “

“Ya Allah, dengan rahasia Hasan, saudara kandungnya, kakeknya, ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya, cukupkan aku dari kejahatan hari ini dan apa yang turun pada hari ini. Wahai Yang Maha Cukup untuk mengatasi semua urusan, wahai Yang Maha Menjauhkan bencana. Allah akan cukupkan kamu dari mereka, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia adalah Pelindung yang terbaik. “

“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya.”

2. Membaca Istigfar

Memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan oleh umat Islam. Sebagaimana firman Allah dalam Suart Hud ayat 90:

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَوَدُودٌ

Artinya: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Mencintai.

3. Memperbanyak membaca Al-Qur’an adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Baca juga artikel terkait BULAN SAFAR atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo