Menuju konten utama

Kadin Sebut Potensi Ekspor RI Rp2.300 Triliun Belum Tergarap

Total potensi ekspor Indonesia berdasarkan perhitungan International Trade Centre, mencapai 302 miliar dolar AS atau Rp4.900 triliun.

Kadin Sebut Potensi Ekspor RI Rp2.300 Triliun Belum Tergarap
Foto udara suasana proses bongkar muat kontainer berisi berbagai jenis komoditas ekspor di Terminal Petikemas Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/6/2025). ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym.

tirto.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut total potensi ekspor Indonesia berdasarkan perhitungan International Trade Centre, mencapai 302 miliar dolar AS atau Rp4.900 triliun. Namun dari total tersebut, sayangnya masih ada potensi ekspor produk domestik ke pasar global senilai 145 miliar dolar AS, atau setara Rp2.300 triliun belum tergarap.

"Artinya, peluang masih terbuka lebar, mulai dari produk turunan kelapa sawit berkelanjutan, komponen otomotif, peralatan listrik, hingga produk gaya hidup," ucap Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe, dilansir Antara, Kamis (28/8/2025).

Dia menuturkan, kinerja ekspor Indonesia terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada Mei 2025 mencapai 24,61 miliar dolar AS atau Rp402 triliun dan Juni sebesar 23,44 miliar dolar AS atau Rp382 triliun.

Secara akumulatif, Januari-Mei ekspor menembus 111,98 miliar dolar AS atau Rp1,8 kuadriliun. Angka ini tumbuh hampir 7 persen dibanding periode sama tahun lalu.

"Semester pertama 2025, ekspor diperkirakan mencapai 135,41 miliar dolar AS (Rp2,2 kuadriliun), mencerminkan permintaan yang tetap kuat dan aktivitas industri yang stabil," ujarnya.

Lebih lanjut, Juan menekankan bahwa ekosistem ekspor Indonesia kini semakin sederhana dan terintegrasi. Melalui direktori InaExport, pembeli dapat mengakses informasi eksportir, sementara perizinan ekspor dapat dilakukan secara daring lewat INATRADE yang terhubung dengan Indonesia National Single Window dan Online Single Submission (OSS) Risk Based Approach.

Sertifikat asal barang kata Juan juga dapat diterbitkan secara elektronik melalui e-SKA/Surat Keterangan Asal, sehingga mempercepat proses.

Selain itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia turut memberikan fasilitas pembiayaan dan penjaminan.

Lebih lanjut dari sisi kebijakan, Juan menyebut National Logistics Ecosystem serta Peraturan Pemerintah Nomor 28/2025 menjadi landasan untuk memperjelas kategori risiko, menetapkan standar pelayanan, dan memperkuat pengawasan.

"Indonesia juga semakin luas aksesnya ke pasar global. Kita sudah menjadi bagian dari RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia-Korea, dan CEPA Indonesia-UEA. Bahkan, kesepakatan politik juga sudah dicapai untuk CEPA Indonesia-Uni Eropa," ucap Juan.

Juan menegaskan seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menyelaraskan kapasitas Indonesia dengan permintaan global.

Baca juga artikel terkait KADIN

tirto.id - Insider
Sumber: Antara
Editor: Dwi Aditya Putra