Menuju konten utama

Jadwal dan Jalur Pendaftaran SPMB/PPDB SD dan SMP 2025 Pekanbaru

Pendaftaran SD dan SMP dalam SPMB/PPDB Kota Pekanbaru 2025 berlangsung pada Juni. Simak jadwal lengkapnya hingga jalur-jalur dalam SPMB Pekanbaru 2025.

Jadwal dan Jalur Pendaftaran SPMB/PPDB SD dan SMP 2025 Pekanbaru
Ilustrasi SPMB, Selasa (2/7/2024). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nym.

tirto.id - Jadwal pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)/Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP Kota Pekanbaru 2025, dibuka pada Juni.

Untuk jenjang SD, SPMB/PPDB 2025 Kota Pekanbaru berlangsung sepanjang Rabu-Sabtu, 25-28 Juni 2025. Sedangkan pendaftaran SPMB/PPDB 2025 Kota Pekanbaru jenjang SMP dilaksanakan pada Senin-Kamis, 23-26 Juni 2025.

Dalam pelaksanaan SPMB/PPDB 2025, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru telah memulai uji coba sistem secara daring (online). Uji coba ini bertujuan memastikan kesiapan sebelum pelaksanaan resmi dimulai. Setelah uji coba selesai, kini para calon murid, orang tua, maupun wali, bisa segera mendaftar di SPMB/PPDB Kota Pekanbaru 2025.

Jadwal Pendaftaran SPMB/PPDB SD dan SMP 2025 Pekanbaru

Proses pendaftaran SPMB/PPDB Kota Pekanbaru 2025 jenjang SD dan SMP, dilakukan secara daring. Ini mencakup tahapan uji coba, pendaftaran resmi, pengolahan data, hingga pengumuman hasil seleksi. Setiap jenjang memiliki alur waktu tersendiri. Berikut jadwal SPMB/PPDB Kota Pekanbaru 2025 untuk jenjang SD dan SMP:

Jadwal Pendaftaran SPMB/PPDB SD

  • Pra SPMB SD/Uji Coba: 19–24 Juni 2025
  • Pendaftaran SPMB SD: 25–28 Juni 2025
  • Pengolahan Data SPMB SD: 29 Juni 2025
  • Pengumuman SPMB SD: 30 Juni 2025

Jadwal Pendaftaran SPMB/PPDB SMP

  • Uji Coba SPMB SMP: 17–20 Juni 2025
  • Pendaftaran SPMB SMP: 23–26 Juni 2025
  • Pengolahan Data SPMB SMP: 27 Juni 2025
  • Pengumuman SPMB SMP: 28 Juni 2025

Jalur Pendaftaran SPMB/PPDB SD dan SMP 2025 Pekanbaru

SPMB jenjang SMP di Pekanbaru membuka empat jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua. Setiap jalur itu memiliki kuota masing-masing, sesuai ditetapkan dalam Peraturan Mendikdasmen No. 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun 2025.

Pada tahun ajaran ini, proporsi kuota jalur domisili jenjang SMP ialah minimal 40 persen. Jalur domisili diperuntukan bagi siswa yang bertempat tinggal dalam wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Jalur afirmasi SMP ditetapkan minimal 20 persen, diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dengan bukti dokumen seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH).

Jalur prestasi SMP mendapatkan kuota minimal 25 persen, mencakup prestasi akademik maupun non-akademik yang dibuktikan dengan rapor atau sertifikat kejuaraan.

Jalur perpindahan tugas orang tua (mutasi) SMP dialokasikan maksimal 5 persen. Calon siswa harus menyertakan dokumen penugasan resmi dari instansi atau tempat kerja orang tua.

Sementara itu, jalur SPMB/PPDB SD memiliki sedikit perbedaan dengan SMP. Sebab, tidak ada jalur prestasi dalam PPDB/SPMB SD. Kuota SPMB jenjang SD ialah masing-masing domisili (minimal 70 persen), afirmasi (minimal 15 persen), dan mutasi (maksimal 5 persen).

Persyaratan umum bagi calon peserta didik SMP negeri meliputi usia maksimal 15 tahun per Juli 2025, memiliki ijazah atau surat keterangan lulus SD, serta dokumen pendukung seperti Kartu Keluarga dan akta kelahiran asli.

Sedangkan, persyaratan umum bagi calon murid SD ialah harus memenuhi usia 7 tahun pada tahun berjalan. Calon murid berusia minimal 6 tahun tanggal 1 Juli tahun berjalan dapat mendaftar SPMB kelas 1 SD. Namun calon siswa dengan usia 5 tahun 6 bulan juga bisa mendaftar, asalkan memilki kecerdasan istimewa atau kesiapan psikis dibuktikan dengan dokumen lain.

Selain syarat umum, pendaftaran juga menyertakan syarat khusus. Adapun syarat khusus itu berbeda-beda berdasarkan jalurnya. Untuk itu, orang tua atau wali murid perlu mencermati persyaratan secara menyeluruh.

Baca juga artikel terkait SPMB atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Edusains
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dicky Setyawan