tirto.id - Pemerintah Republik Indonesia resmi memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga melampaui tahun 2041. Kesepakatan strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah RI dan Freeport-McMoRan di Washington, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyebut perpanjangan izin ini memberikan kepastian investasi jangka panjang dengan proyeksi kontribusi fantastis bagi kas negara. Melalui operasional yang berkelanjutan, penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp90 triliun atau setara 6 miliar dolar AS setiap tahunnya.
"Langkah ini memastikan keberlanjutan operasi PTFI sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam demi kemakmuran rakyat sesuai amanat UUD 1945," ujar Tony dalam keterangan resminya, Jumat (20/2/2026).
Selain setoran ke pusat, perpanjangan ini menjamin keberlanjutan 30 ribu tenaga kerja. "Termasuk sekitar Rp14 triliun untuk pemerintah daerah, keberlanjutan sekitar 30 ribu tenaga kerja serta program pengembangan masyarakat sekitar Rp2 triliun per tahun," ucapnya.
Tony mengatakan, perpanjangan IUPK itu menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan operasi PTFI. Selain itu, perpanjangan IUPK juga menjadi investasi jangka panjang dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Lalu, cadangan emas disebut juga akan terjamin setelah perpanjangan IUPK tersebut. Tony mengatakan, melalui perpanjangan tersebut, saham pemerintah di PTFI kini menjadi 12 persen.
"MoU ini juga memastikan penambahan kepemilikan Indonesia di PTFI [jadi] sebesar 12 persen [sampai] pada 2041," Tony menegaskan.
Sebelumnya, diberitakan Indonesia-McMoran telah menandatangani MoU perpanjang izin Freeport sampai 2041. Hal itu diungkap Ketua Freeport-McMoRan, Richard Adkerson.
Menteri Investasi RI, Rosan Roeslani, dan Freeport Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperpanjang izin usaha pertambangan Freeport Indonesia hingga setelah 2041.
Freeport Indonesia merupakan anak usaha Freeport-McMoRan, perusahaan tambang besar di Amerika Serikat (AS). Adkerson menyampaikan soal penandatanganan itu dalam sebuah acara Kamar Dagang AS (US Chamber of Commerce) di Washington pada Rabu (18/2/2026) malam.
Presiden Prabowo Subianto disebut turut menghadiri kegiatan Kamar Dagang AS tersebut.
Menurut Reuters, Prabowo melakukan perjalanan ke Washington untuk menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump, serta untuk mengupayakan penurunan tarif resiprokal.
“Kami menginginkan hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di semua bidang, secara politik maupun ekonomi,” kata Prabowo di acara Kamar Dagang tersebut.
Sebagai informasi, kerja sama soal Freeport merupakan satu kerja sama dari total 11 kerja sama yang dijalin AS-RI.
Jika dirinci, total potensi nilai investasi yang dikantongi Indonesia mencapai 2,5 miliar dolar AS untuk sektor pertanian dan 35,9 miliar dolar AS di sektor industri, termasuk kerja sama di bidang semikonduktor dan material industri strategis.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































