Menuju konten utama

Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah di Gaza

Israel menargetkan dan menghancurkan kendaraan jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah lewat serangan udara di Gaza. Wishah tewas dalam serangan itu.

Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah di Gaza
Warga Palestina memeriksa bangunan yang hancur setelah serangan Israel di sekolah Al-Tabin di mana para pengungsi berlindung di distrik Deraj di Kota Gaza, Gaza pada 10 Agustus 2024. (Mahmoud Issa/Anadolu via Reuters Connect)

tirto.id - Serangan drone Israel di Jalur Gaza pada Rabu (8/4) menewaskan jurnalis media internasional Al Jazeera bernama Mohammed Wishah. Bagaimana kronologinya?

Wishah tewas ketika kendaraan yang ditumpanginya diserang lewat serangan udara oleh Israel ketika berada di Jalan al-Rashid, sebuah jalur utama di Gaza City.

Serangan itu menyebabkan mobil terbakar hebat, menunjukkan tingkat kekuatan serangan yang mematikan bahkan terhadap target sipil di area terbuka.

Reuters dalam laporannya pada 8 April 2026 menyebut jika Wishah tidak sendiri dalam mobil yang dikendarainya tersebut. Ia bersama satu warga Palestina lainnya yang juga tewas.

Respons Al Jazeera

Pihak Al Jazeera mengecam keras pembunuhan Mohammed Wishah tersebut. Media itu menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan norma kemanusiaan, serta bagian dari pola sistematis untuk membungkam suara media.

"(Kami) sangat mengutuk kejahatan keji menargetkan dan membunuh koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah," bunyi pernyataan Al Jazeera dikutip dari laman resmi mereka Rabu (8/4/2026).

“Ini merupakan pelanggaran baru dan terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional, dan mencerminkan kebijakan sistematis yang berkelanjutan untuk menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” lanjut pernyataan tersebut.

Al Jazeera menilai bahwa serangan terhadap Wishah bukanlah kebetulan, melainkan tindakan yang disengaja untuk mengintimidasi jurnalis agar tidak melaporkan situasi di lapangan.

“Saat Al Jazeera berduka atas meninggalnya korespondennya, Mohammed Wishah, yang bergabung dengan jaringan tersebut pada tahun 2018, Al Jazeera menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak tetapi kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang bertujuan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka menjalankan tugas profesional mereka,” tegas mereka.

Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza yang menyebut bahwa sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, sedikitnya 262 jurnalis telah tewas akibat serangan Israel. Angka ini menunjukkan tingkat bahaya luar biasa bagi profesi jurnalistik di wilayah tersebut.

Israel Sengaja Targetkan Wishah

Menurut Reuters Rabu(8/4/2026), pada Februari 2024, di tengah intensitas tinggi perang di Gaza, militer Israel menuduh jurnalis Mohammed Wishah memiliki keterkaitan dengan sayap militer kelompok Hamas.

Tuduhan tersebut disertai dengan rilis sejumlah foto yang diklaim menunjukkan Wishah sedang mengoperasikan sistem persenjataan. Militer Israel menyatakan bahwa gambar-gambar itu ditemukan di sebuah komputer yang disita oleh pasukan mereka selama operasi penggerebekan di Gaza.

Klaim ini digunakan untuk memperkuat narasi bahwa Wishah bukan semata-mata jurnalis, melainkan juga memiliki peran dalam aktivitas militer.

Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Hamas maupun Al Jazeera Media Network, yang menegaskan bahwa Wishah tidak memiliki afiliasi dengan kelompok bersenjata tersebut dan bekerja murni sebagai jurnalis.

Sebelumnya, jurnalis Al Jazeera Media Network, Anas Al Sharif juga tewas pada Agustus 2025 bersama empat rekannya dalam serangan udara Israel. Militer Israel saat itu menuduhnya memimpin sel militan Hamas, namun tuduhan tersebut dibantah oleh Al Jazeera.

Pada Mei 2022, jurnalis senior Shireen Abu Akleh juga tewas ditembak oleh pasukan Israel saat meliput operasi militer di Jenin, Tepi Barat. Hasil investigasi militer Israel menyatakan bahwa kematiannya kemungkinan disebabkan oleh tembakan tidak disengaja dari pasukan mereka.

Menurut Committee to Protect Journalists (CPJ), setidaknya 223 jurnalis dan pekerja media telah tewas di Gaza, Lebanon, dan Israel sejak konflik memanas, dengan mayoritas korban adalah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel.

Baca juga artikel terkait ISRAEL PALESTINA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra