Menuju konten utama

Abaikan Gencatan, Israel Serang Lebanon 100 Kali dalam 10 Menit

Israel mengabaikan kesepakatan gencatan senjata dan menyerang Lebanon 100 kali dalam 10 menit. Hal ini dikhawatirkan menggagalkan gencatan senjata AS-Iran.

Abaikan Gencatan, Israel Serang Lebanon 100 Kali dalam 10 Menit
Sebuah bola api membubung dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan area di pinggiran selatan Beirut pada malam 10 hingga 11 Maret 2026. AFP/FADEL itani

tirto.id - Israel Defense Forces (IDF) mengklaim berhasil melancarkan serangan simultan terhadap lebih dari 100 target yang dikaitkan dengan Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon hanya dalam waktu 10 menit saja.

Israel sengaja mengabaikan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dengan menyebut Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Pada Rabu (8/4/2026), Angkatan Udara Israel melancarkan gelombang serangan terbesar mereka ke berbagai wilayah di Lebanon, termasuk Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.

“Dalam 10 menit, IDF menyelesaikan serangan terkoordinasi terbesar di Lebanon sejak dimulainya Operasi Roaring Lion,” tulis IDF di akun X mereka.

IDF menyatakan bahwa target serangan mencakup markas besar, pusat komando, dan fasilitas kendali operasi Hizbullah yang digunakan untuk merencanakan serangan.

Selain itu, mereka juga mengklaim telah menyerang infrastruktur persenjataan, termasuk sistem peluncuran rudal dan unit angkatan laut yang dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap Israel.

Fokus lain dari operasi ini adalah unit elit Hizbullah, seperti Pasukan Radwan dan unit udara, yang disebut sebagai komponen penting dalam kemampuan tempur dan strategi militer kelompok tersebut.

Operasi ini menunjukkan bahwa Israel memandang konflik dengan Hizbullah sebagai hal yang terpisah dari perang dengan Iran.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis pernyataan resmi bahwa serangan terhadap Hizbullah akan tetap berlanjut, berbeda dengan klaim dari Iran dan PM Pakistan Shehbaz Sharif yang sebelumnya menyebut Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata tersebut.

Hal senada dikatakan Presiden AS Donald Trump yang juga menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

“Karena Hizbullah. Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan itu. Itu juga akan diurus. Tidak apa-apa.” kata Trump kepada seorang reporter PBS selama wawancara telepon dikutip The Times of Israel (8/4/2026).

Israel Langgar Gencatan Senjata

Dalam operasi yang diberi nama sandi “Eternal Darkness”, IDF mengerahkan sekitar 50 jet tempur yang menjatuhkan sekitar 160 bom ke lebih dari 100 target hanya dalam waktu 10 menit.

Dampak serangan sangat besar, dengan laporan puluhan korban tewas di Beirut serta korban tambahan di kota-kota selatan seperti Sidon dan Tyre. Banyak serangan terjadi di kawasan padat penduduk, bahkan beberapa tanpa peringatan, memicu kepanikan luas di kalangan warga sipil.

Jalan-jalan dipenuhi orang yang melarikan diri, kendaraan terbengkalai, dan bangunan rusak atau terbakar. Saksi mata melaporkan ledakan dahsyat yang menyebabkan korban jiwa, termasuk anak-anak, serta kehancuran besar di berbagai bagian kota, seperti di Corniche al-Mazraa, salah satu jalan utama di Beirut.

Legislator Hizbullah Ibrahim Al-Moussawi memperingatkan melalui stasiun televisi Lebanon Al-Jadeed bahwa jika Israel tidak mematuhi gencatan senjata, Iran dan sekutunya kemungkinan akan merespons.

“Perjanjian tersebut mencakup Lebanon, sesuai dengan ketentuannya, dan Iran bersikeras untuk memasukkan hal ini,” kata Al-Moussawi.

Menurut laporan dari Lebanon Civil Defence, sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka akibat serangan Israel kemarin seperti dilaporkan Al Jazeera (8/4/2026).

Dalam pernyataan tertulisnya, Elias Chlela, ketua serikat dokter Lebanon, meminta semua dokter dari berbagai spesialisasi segera menuju rumah sakit manapun untuk memberikan bantuan medis. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap korban yang sangat banyak setelah serangan udara Israel.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra