Menuju konten utama

Internet di Iran Mendadak Mati saat Banyak Demonstrasi

Internet di Iran mati total setelah gelombang demonstrasi anti-pemerintah merebak ke berbagai wilayah. Mengapa Iran melakukan hal demikian?

Internet di Iran Mendadak Mati saat Banyak Demonstrasi
Pemandangan Kota Tehran Iran. foto/istockphoto

tirto.id - Iran melakukan pemadaman akses internet secara total pada Kamis (8/1/2026) di saat aksi demonstrasi makin meluas ke seluruh negeri. Hal ini menimbulkan tekanan pada pemerintah.

Lembaga pemantau kebebasan internet, NetBlock, menjadi pihak yang pertama kali melaporkan adanya pemadaman internet tersebut. Penyebabnya masih belum jelas. Kendati demikian, pihak berwenang di Iran pernah melakukan hal tersebut sebelumnya untuk merespons keberadaan demonstrasi yang semakin masif.

Gelombang demonstrasi di Iran telah berlangsung sejak akhir Desember lalu sampai sekarang. Aksi ini meluas sampai ke banyak provinsi yang ada di sana.

Internet di Iran Mati Total

Menurut NetBlocks, gangguan layanan internet di Iran mulai ditemukan di sebelah barat Kota Kermanshah pada pagi hari. Data pelacakan yang dikumpulkan juga memperlihatkan penurunan konektivitas internet secara signifikan pada hari tersebut.

"Data pemantauan langsung menunjukkan bahwa Iran saat ini sedang mengalami pemadaman internet secara nasional," tulis NetBlocks dalam pernyataannya dikutip BBC, Jumat (9/1/2026).

Pemadaman internet ini diduga untuk meredam aksi demonstrasi yang terjadi di seluruh negeri. Hanya saja, cara tersebut dinilai merampas hak publik. Ketiadaan akses internet secara total dirasakan pada Kamis malam.

"Peristiwa ini terjadi setelah serangkaian tindakan penyensoran digital yang semakin ketat yang menargetkan aksi protes di seluruh negeri, dan hal tersebut menghambat hak masyarakat untuk berkomunikasi pada saat yang sangat penting," kata NetBlock.

BBC menyebut pemadaman internet kemungkinan masih berlangsung sampai saat ini. Beberapa warga Iran di luar negeri mengatakan belum bisa menghubungi keluarga mereka.

Di sisi lain, Iran membatasi pergerakan awak media. Sebagian besar organisasi berita internasional dilarang meliput berita langsung di Iran sehingga mengandalkan informasi dari media sosial untuk memverifikasi berbagai peristiwa yang terjadi di lapangan.

Pemadaman Internet di Iran Bukan Hal Baru

Iran pernah melakukan pemadaman internet pada tahun 2022. Saat itu terjadi gelombang demonstrasi dalam skala besar setelah kematian Mahsa Amini.

Kala itu Iran meningkatkan pengawasan karena maraknya protes anti-pemerintah yang dipimpin perempuan di seluruh negeri. Pengawasan tersebut menggunakan berbagai taktik digital seperti meretas telepon untuk memata-matai warga sipil hingga memadamkan akses internet.

Direktur Keamanan Internet dan Hak Digital di Miaan Group, Amir Rashidi, menyebut keadaan di Iran saat ini sangat tidak biasa. Hal itu berdasarkan pengamatannya selama lebih dari 20 tahun dalam telah melacak pemadaman internet dan masalah keamanan siber di Iran.

“Tidak ada alat komunikasi yang berfungsi, dan Republik Islam bahkan mengganggu Starlink menggunakan alat perang elektronik,” kata Rashidi kepada BBC. “Telepon mati, layanan domestik sangat terganggu, dan sistem pembayaran sangat terpengaruh.”

Menurut perusahaan infrastruktur internet Cloudflare, sebagian besar wilayah Iran mengalami gangguan internet selama 18 jam terakhir. Pelacakan data dari Cloudflare menunjukkan sebagian lalu lintas internet sempat pulih pada Jumat pukul 09.00 GMT, namun memiliki volume pergerakan sangat rendah.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yantina Debora