tirto.id - Demo Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) akan digelar hari ini, Senin, 4 Mei 2026 di Jakarta. Para mahasiswa dari gabungan universitas akan turun ke jalan dan menyuarakan aksinya. Berikut informasi lengkapnya.
Melalui akun Instagram BEM SI @bem_si, dikeluarkan sebuah seruan aksi nasional dalam rangka memperingati Hardiknas 2026.
Dalam seruan tersebut, BEM SI menyatakan bahwa kondisi pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai persoalan serius, seperti ketimpangan akses pendidikan, tingginya biaya pendidikan, serta kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurut mereka, kondisi ini menjadi bukti bahwa negara belum hadir secara optimal dalam menjamin hak pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh warga.
Dalam pernyataannya, BEM SI menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan harus menjadi momentum untuk menyuarakan kritik dan tuntutan perubahan terhadap sistem pendidikan nasional.
Mereka menyebut bahwa pendidikan saat ini berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, sehingga diperlukan gerakan bersama untuk mendorong reformasi menyeluruh.
Info Demo Hardiknas Hari Ini di Jakarta & Titik Aksi
Aksi turun ke jalan tersebut direncanakan berlangsung di depan gedung kementerian terkait, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
BEM SI mengajak mahasiswa, pelajar, dan masyarakat luas untuk ikut turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan terhadap hak pendidikan yang dianggap belum terpenuhi secara adil.
Berikut detail aksinya:
- Hari/Tanggal: Senin, 4 Mei 2026
- Pukul: 13.00 WIB
- Titik Aksi:
-Kantor Kemendikdasmen: Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
-Kawasan Gambir, Jakarta Pusat
-Depan Gedung DPR/MPR RI: Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat
Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan sebanyak 3.225 personel gabungan untuk menjaga aksi unjuk rasa tersebut.
"Kami hadir untuk melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan cara humanis, profesional, dan sesuai aturan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung dikutip Antara (4/5/2026).
"Ada 3.225 personel gabungan untuk melayani aksi unjuk rasa," tambahnya.
Daftar Tuntutan Demo Hardiknas Hari Ini
Berikut daftar 10 tuntutan utama BEM SI dalam demo Hardiknas:
1. Reformasi tata kelola anggaran & penghentian komersialisasi pendidikan
Tuntutan ini menyoroti cara pengelolaan dana pendidikan yang dinilai belum efektif dan masih membuka ruang komersialisasi.
2. Evaluasi Permendikbud No. 55 Tahun 2024 tentang kekerasan seksual di kampus
BEM SI meminta evaluasi terhadap regulasi yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
3. Menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama
Tuntutan ini menekankan bahwa pendidikan harus menjadi fokus utama pembangunan nasional.
4. Pemerataan akses pendidikan hingga daerah 3T
Poin ini menyoroti ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
5. Peningkatan kesejahteraan & kepastian status guru honorer
BEM SI menyoroti kondisi guru honorer yang masih menghadapi ketidakpastian status dan rendahnya kesejahteraan.
6. Rehabilitasi sekolah rusak di seluruh Indonesia
Tuntutan ini berkaitan dengan banyaknya fasilitas sekolah yang rusak dan tidak layak pakai.
7. Kebijakan pendidikan yang konsisten & berbasis data
BEM SI menilai sering terjadi perubahan kebijakan pendidikan yang tidak konsisten dan kurang berbasis kajian ilmiah.
8. Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal
Poin ini menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
9. Transparansi penggunaan anggaran pendidikan
BEM SI menuntut keterbukaan dalam pengelolaan dana pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Transparansi dianggap penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran serta memastikan dana benar-benar digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan.
10. Revisi UU Sisdiknas dengan partisipasi masyarakat sipil
Tuntutan terakhir adalah revisi terhadap Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan melibatkan masyarakat sipil, termasuk mahasiswa, guru, dan akademisi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































