Menuju konten utama

Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Lebanon yang Tewaskan TNI

Pemerintah RI menyatakan mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon yang menewaskan pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia.

Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Lebanon yang Tewaskan TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berjalan usai melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025).ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Republik Indonesia mengutuk serangan Israel ke wilayah Lebanon Selatan yang mengakibatkan tiga orang pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur pada Senin, 30 Maret 2026.

Ketiga prajurit yang gugur tersebut yaitu Kapten Infanteri Zulmi Aditya, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia menilai serangan Israel tersebut upaya pembangun perdamaian di wilayah Lebanon Selatan menjadi sulit tercapai.

"Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh peacekeepers PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006)," dikutip dari keterangan Kemlu di X, Selasa (31/3/2026).

Kemlu menyatakan bahwa pihak yang menjadi korban tidak hanya pasukan asal Indonesia, namun personel dari negara lain yang juga bertugas di wilayah tersebut.

"Serangan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan, di mana operasi militer Israel yang terus berlangsung telah menempatkan peacekeepers Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam risiko yang sangat serius," jelasnya.

Indonesia juga menyampaikan bahwa permasalahan ini harus diselesaikan secara lugas dan tuntas dalam ranah hukum internasional.

"Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban," ujarnya.

Dikutip secara terpisah, Kapuspen TNI, Mayjen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah bahwa saat ini TNI bersama UNIFIL melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

Aulia menegaskan bahwa kedua pasukan TNI yang gugur di Lebanon tersebut bertugas dalam pemeliharaan perdamaian di tengah kondisi Lebanon yang sedang berkonflik.

"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PASUKAN PERDAMAIAN PBB atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Dipna Videlia Putsanra