tirto.id - Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) telah menandatangani nota kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) dengan Asosiasi Gandum Amerika Serikat (AS), US Wheat Associates, untuk mengimpor 1 juta metrik ton gandum per tahun dan dengan nilai total 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4,06 triliun (asumsi kurs Rp16.250 triliun).
Direktur Eksekutif Aptindo, Ratna Sari Loppies mengatakan, pengiriman gandum dari AS ke Indonesia tersebut akan dimulai 2026 hingga 2030.
“(MoU) bukan dengan Pemerintah AS, dengan US Wheat. Aptindo dengan US Wheat. (Impor gandum) 1 juta ton per tahun, mulai 2026 sampai 2030," ujarnya saat dihubungi Tirto, Selasa (8/7/2025).
Kesepakatan perdagangan ini telah dicapai pada Senin (7/7/2025) sore di Washington D.C, Amerika Serikat, dengan skema business to business (B2B).
Artinya, pasokan gandum dari anggota Asosiasi yang terdiri dari PT. ISM Bogasari Flour Mills yang merupakan anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT. Sriboga Flour Mills, Pt. Nutrindo Bogarasa (Mayora Group), Pt. Wilmar Nabati Indonesia, Pt. Wilmar Nabati Indonesia, salah satunya akan dipenuhi dari Negeri Paman Sam.
“Enggak (ada kesepakatan dengan pemerintah), kita kan B2B, jadi pengusaha saja, B2B (kesepakatan) yang di Washington D.C., (tandatangan) oleh Aptindo," tambah Ratna.
Ratna mengakui bahwa kesepakatan importasi gandum dari Amerika Serikat ini merupakan salah satu upaya Indonesia untuk menekan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia yang mencapai 19 miliar dolar AS.
Mengutip Reuters, Direktur Indofood, Franciscus Welirang, sebelumnya mengatakan kesepakatan dengan Gedung Putih tersebut termasuk juga terkait pembelian gandum untuk sisa tahun 2025.
“Kami sebagai pihak swasta akan mendukung negosiasi tarif yang sedang berlangsung, ujar dia.
Selain gandum, Indonesia juga sepakat untuk membeli produk agrikultur lain seperti gandum dan kapas, serta produk energi, dengan nilai total 34 miliar dolar AS. Sebagai kesepakatan tersebut, khususnya untuk pembelian produk energi akan melibatkan pula PT Pertamina (Persero) dan Exxon serta Chevron.
Kemudian, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Wamildan Tsani Panjaitan, mengatakan pihaknya tengah berunding dengan The Boeing Company untuk membeli 50-75 unit pesawat.
“Kita masih penjajakan untuk kemungkinan pembelian pesawat Boeing. Antara 50-75 pesawat, (tipe Boeing) 737 max, ada 737, ada 787 (Boeing 787 Dreamliner), makanya masih dalam pembicaraan, bebernya, saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025).
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































