tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono mengungkapkan bahwa India meminta impor pupuk dari Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menlu India Subrahmanyam Jaishankar kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Sugiono dalam agenda pertemuan bilateral Joint Commission Meeting (JCM) di New Delhi, India, Minggu (7/6/2026).
"Kaitannya itu juga dengan perdagangan, tadi juga India menyampaikan permintaan mereka untuk mendapatkan pupuk dari Indonesia, yang sebenarnya juga kita sudah setuju," kata Sugiono.
Dirinya menyampaikan bahwa permintaan India terkait pupuk telah dibahas oleh pihak terkait yang dalam hal ini antara PT Pupuk Indonesia dan Kementerian Bahan Kimia dan Pupuk India yang ditargetkan selesai sebelum kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia.
"Pembicaraannya ini ada di tingkat teknis antara pihak India dan pihak Indonesia. Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sebelum kunjungan Perdana Menteri Modi bisa diselesaikan," jelasnya.
Diketahui bahwa Modi dijadwalkan datang ke Indonesia pada Juli mendatang. Sugiono menyebut proses pembahasan tanggal pasti kunjungan Modi ke Indonesia dalam proses koordinasi dan memastikan jadwal dari dua kepala negara tersebut.
"Ini masih akan terus dibicarakan menyesuaikan waktu kedua kepala negara. Diharapkan bulan Juli itu bisa dilaksanakan," kata Sugiono.
Sugiono mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka balasan atas kehadiran Prabowo di India dan menemui Modi pada 23 Januari 2025.
"Dan yang kedelapan ini saya kira cukup penting karena juga berkaitan dengan rencana kunjungan Perdana Menteri Modi ke Jakarta sebagai balasan dari kunjungan Presiden kita waktu itu tahun lalu ke sini," jelasnya.
Selain membahas rencana kunjungan Modi ke Indonesia, Sugiono menyebut bahwa pertemuan JCM tersebut membahas mengenai pelbagai sektor hubungan bilateral kedua negara. Dimulai dari sekor ekonomi hingga farmasi yang diharapkan semakin berkembang di antara dua negara.
"Oleh karena itu, tadi yang dibicarakan adalah beberapa hal yang sifatnya outstanding, kemudian juga hal-hal yang masih pending dari kerja sama bilateral kedua negara, utamanya di sektor-sektor ekonomi. Tadi di sektor ekonomi yang dibahas adalah kerja sama di bidang farmasi, kemudian juga kerja sama di bidang perdagangan secara umum," ujarnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






































