Menuju konten utama

Menlu Sebut India Ingin Terlibat Restorasi Candi Prambanan

Menlu Sugiono mengungkap India ingin berpartisipasi dalam restorasi Candi Prambanan. Indonesia menyambut baik kerja sama budaya dan pariwisata itu.

Menlu Sebut India Ingin Terlibat Restorasi Candi Prambanan
Menteri Luar Negeri Madagaskar Alice N Diaye memberikan sambutan saat pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar

tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono menyampaikan bahwa Pemerintah India ingin ikut berpartisipasi dalam proses restorasi Candi Prambanan. Sugiono menuturkan bahwa Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana yang disampaikan Pemerintah India tersebut.

"Kemudian tadi juga berbicara mengenai beberapa hal di bidang budaya, keinginan mereka untuk juga bisa berpartisipasi dalam proses restorasi Candi Prambanan," kata Sugiono dalam keterangan pers usai pertemuan bilateral Joint Commission Meeting (JCM dengan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar, di New Delhi, India, Minggu (7/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia dan India sama-sama berharap kedua negara dapat meningkatkan industri pariwisata di masing-masing negara. Diketahui, 730 ribu warga India telah berkunjung ke Indonesia selama 2025.

"Tadi disampaikan bahwa jumlah wisatawan India ke Indonesia itu mencapai sekitar setengah juta orang dan saya kira angka ini juga perlu ditingkatkan," ungkapnya.

Kepada Sugiono, Jaishankar berharap agar ada peningkatan jumlah wisatawan asal Indonesia ke India.

"Beliau juga menyampaikan, Menteri Luar Negeri India juga menyampaikan bahwa perlu ada peningkatan jumlah wisatawan dari Indonesia ke India," ujarnya.

Dikutip dari Antara, upaya restorasi Candi Prambanan telah dibahas oleh Kementerian Kebudayaan Indonesia dengan tim pemugaran dari Archaeological Survey of India (ASI). Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyebut bahwa upaya pelestarian di kawasan Candi Prambanan perlu dilihat dalam konteks lanskap budaya yang lebih luas.

Kawasan tersebut merupakan bagian dari ekosistem sejarah yang mencakup situs-situs penting lain di sekitarnya seperti Candi Sewu dan Candi Plaosan, yang menunjukkan jejak akulturasi tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara.

“Kompleks Prambanan tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari satu lanskap budaya besar bersama Candi Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi yang kita lakukan tidak hanya memulihkan bangunan candi, tetapi juga menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” ungkap Fadli Zon.

Dalam proses tahap awal restorasi, nantinya akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu yang tersedia. Lebih lanjut, untuk memastikan metode yang tepat, Tim ASI mengusulkan pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) pada satu atau dua candi perwara terlebih dahulu.

Hasil dari proyek tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum pemugaran dilanjutkan ke struktur lainnya secara lebih luas.

Baca juga artikel terkait KERJA SAMA INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Dipna Videlia Putsanra