Menuju konten utama

IHSG Terjun 10%, Purbaya Sebut Pasar Cuma 'Shock' Sementara

Purbaya menilai, anjloknya bursa saham disebabkan 'shock' pelaku atas kemungkinan pasar saham Indonesia dianggap sebagai pasar frontier.

IHSG Terjun 10%, Purbaya Sebut Pasar Cuma 'Shock' Sementara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam wawancara cegat usai acara Indonesia Fiscal Forum 2026. tirto.id/Hendra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai tidak ada persoalan pada fondasi ekonomi Indonesia. Bahkan, dengan reformasi yang tengah dilakukan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, penerimaan negara dinilai berpeluang meningkat sehingga memperkuat fundamental ekonomi nasional.

Sementara itu, anjloknya bursa saham dalam dua hari terakhir disebut terjadi karena pasar terkejut (shock) oleh kemungkinan pasar saham Indonesia dikategorikan sebagai frontier market. Adapun pada hari ini, IHSG tercatat sempat terjun bebas hingga 839 poin atau 10,08 persen ke level 7.481 pada pukul 09.59 WIB.

"Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita gak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility kita pasarnya dianggap pasar frontier level," katanya kepada awak media di selasar Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Perlu diketahui, pasar frontier merupakan tingkatan pasar modal di suatu negara yang lebih maju dibandingkan negara termiskin (underdeveloped), namun belum cukup berkembang, likuid, atau terbuka untuk dikategorikan sebagai emerging market (pasar berkembang).

Dalam klasifikasi MSCI (Morgan Stanley Capital International), pasar frontier berada satu tingkat di bawah emerging market dan di atas negara-negara dengan pasar modal yang masih sangat tertinggal.

Karena itu, Purbaya mengaku tidak akan turun tangan secara langsung dalam menghadapi penurunan tajam pasar saham. Menurut dia, sorotan dari MSCI yang memicu tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak kemarin akan ditangani oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai otoritas yang berwenang.

"Kekurangan-kekurangan yang disebutan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra (Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar). Nanti Pak Mahendra akan bicara di bursa mungkin siang hari ini," tutur dia.

Dengan fondasi ekonomi yang dinilai masih cukup kuat, Purbaya meyakini gejolak di pasar saham hanya bersifat sementara. Ia optimistis, setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penataan dan pembersihan pasar modal dari praktik saham gorengan, indeks saham domestik akan kembali menguat.

"Ini kan MCSI masuk ke satu indeks yang disebut MCSI indeks. Saham itu bisa masuk apa enggak? Kalau bagus, bisa masuk. Tapi yang gorengannya terpaksa dimasukkan tapi MSCI curiga itu saham gorengan. mereka minta lebih transparan aja penghitungannya. Nanti mungkin Pak Mahendra akan menjelaskan lebih detail langkah apa yang akan diambil oleh OJK," jelas Purbaya.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana