Menuju konten utama

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini, Apa Saja Faktor Penopangnya?

Secara keseluruhan, kombinasi pembenahan domestik, dinamika ekonomi global dan agenda strategis akan menjadi penentu arah pasar modal.

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini, Apa Saja Faktor Penopangnya?
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/12/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 8.321 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.05 WIB, indeks naik 30,537 poin atau sebesar 0,37 persen.

Laju IHSG didorong oleh 326 saham yang dibuka menguat, 167 saham dibuka melemah dan 196 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 8.295 hingga 8.334, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp15.150 triliun.

“Sentimen pasar hari ini dipengaruhi upaya pemulihan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia di tengah sorotan isu transparansi dan penyesuaian pandangan lembaga pemeringkat,” kata Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya seperti ditulis Antara, Kamis (12/2/2026).

Dari dalam negeri, secara keseluruhan, kombinasi pembenahan domestik, dinamika ekonomi global, dan agenda strategis pemerintah akan menjadi penentu arah pasar keuangan Indonesia dalam jangka pendek.

BEI kembali berdialog dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/02/2026), dan menyiapkan langkah konkret seperti publikasi daftar konsentrasi pemegang saham (shareholders concentration list), serta peningkatan keterbukaan data investor guna memperbaiki integritas pasar.

Otoritas tetap komitmen dengan aksi reformasi pasar modal Indonesia, yaitu, pertama, peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, kedua, penyediaan data investor yang lebih granular, dan ketiga, progres implementasi Peraturan I-A tentang pencatatan saham, yang mensyaratkan peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Di sisi lain, pemerintah telah merespons outlook utang Indonesia yang diturunkan Moody's, dengan menyiapkan forum klarifikasi fundamental ekonomi kepada lembaga pemeringkat global.

Dari sisi diplomasi ekonomi, rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) untuk menandatangani kesepakatan dagang timbal balik, diharapkan menjadi katalis positif bagi perdagangan dan sentimen pasar.

Dari mancanegara, pelemahan indeks dolar AS terjadi di tengah ekspektasi data ketenagakerjaan dan sinyal perlambatan ekonomi AS yang mendorong proyeksi pelonggaran suku bunga The Fed.

Pasar tenaga kerja AS menunjukkan perbaikan awal pada 2026, dengan penambahan pekerjaan solid dan penurunan pengangguran, meskipun revisi data 2025 mencerminkan periode pertumbuhan yang lemah sebelumnya. Data tersebut menekan harapan dilakukannya pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Anggun P Situmorang