Menuju konten utama

Hashim Sebut Prabowo Marah Pasar Saham Ambruk Imbas Polemik MSCI

Prabowo meminta pimpinan BEI dan OJK bertanggung jawab dengan mundur dari jabatan yang mereka emban.

Hashim Sebut Prabowo Marah Pasar Saham Ambruk Imbas Polemik MSCI
Adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo saat akan memasuki Komplek Istana Kepresidenan untuk menghadiri acara jamuan makan malam atau gala dinner, Rabu malam (23/10/2024). (Tirto.id/M. Irfan Al Amin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto disebut marah besar karena polemik Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berdampak pada anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) dua pekan lalu. Prabowo lantas meminta pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertanggung jawab dengan mundur dari jabatan yang mereka emban.

"Kalian semua tahu, kan, apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ungkap Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Bukan tanpa alasan, Prabowo marah karena MSCI sudah mengirimkan empat pucuk surat untuk Indonesia. Mereka memberikan peringatan karena pasar saham Indonesia dinilai tidak transparan.

"(Dan) ada alasannya karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan, Pak. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia," ujar dia.

Seiring dengan kejadian tersebut, Hashim lantas memperingatkan Jeffrey Hendrik yang kini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI dan Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon bahwa pemerintah akan mengawasi dengan ketat kinerja keduanya.

"Jadi, saya tunjukkan ini kepada Anda, Pak Jeffrey, dan Anda, Pak Hasan. Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat. Dan saya serius," tegas dia.

Dalam hal ini, menurut Hashim, Prabowo hanya meminta pucuk pimpinan BEI dan OJK untuk menjadikan pasar saham lebih transparan dan kredibel. Hal ini menjadi penting karena pasar modal Indonesia akan makin berkembang saat investor percaya kepada pasar saham sejalan dengan transparansi yang dilakukan Bursa.

Pada saat yang sama, mewujudkan pasar modal yang transparan dan kredibel juga merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan BEI dan OJK untuk menjaga kehormatan Indonesia di mata investor.

"Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," tegas dia.

Ke depan, Prabowo tidak hanya akan mengawasi dengan ketat kerja BEI dan OJK, namun juga akan meneliti dengan cermat kebijakan terkait pasar modal yang dirilis kedua lembaga tersebut.

Pengawasan ketat ini, kata Hashim dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi investor yang menjadi korban atas jatuhnya pasar saham Indonesia seperti yang terjadi sebelumnya.

"Harapan saya, harapan Presiden Prabowo, dan harapan pemerintah adalah agar Anda tetap waspada. Ketika Anda melihat semua anomali yang tidak masuk akal ini, itu adalah tanda bahaya. (Dan) itu memang terjadi," tukas Hashim.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama