Menuju konten utama

Hasto Tulis Buku untuk Megawati di Tahanan

Hasto Kristiyanto, menulis buku untuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dari balik rumah tahanan.

Hasto Tulis Buku untuk Megawati di Tahanan
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang merupakan terdakwa dalam kasus suap dan perintangan penyidikan, saat menunjukkan buku dengan judul 'Spiritualitas PDI Perjuangan' yang merupakan karyanya dari balik tahanan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2025). tirto.id/ Auliya Umayna.

tirto.id - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menulis buku untuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dari balik rumah tahanan. Buku tersebut berjudul 'Spiritualitas PDI Perjuangan' setebal 285 halaman.

"Khusus buku Spritualitas PDI Perjuangan yang hari ini kami persembahkan ke ibu Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan bagaimana semangat perjuangan yang harus dibangun," kata Hasto, disela-sela persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2025).

Hasto mengaku menulis buku tersebut secara manual dengan tulisan tangan di tahanan. Dia mengatakan buku itu ditulis sekaligus untuk memperingati hari lahir Bung Karno.

"Spiritualitas yang menggambarkan perjuangan seluruh kader PDIP yang menyatu dengan cita-cita Indonesia Raya," ucap Hasto.

Hasto mengatakan, buku dengan judul 'Spiritualitas PDI Perjuangan' akan diterbitkan dengan empat buku lainnya.

"Termasuk buku yang lain yaitu Suara Kemanusiaan. Ini menggambarkan cita-cita kemanusiaan dan keadilan. Semua kami persembahan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun kesadaran hukum," ucapnya.

Di sisi lain, Hasto mengakui selama mendekam di tahanan, makin produktif dan bersemangat.

"Ketika saya ditahan, jiwa dan semangat saya terus berkobar, sehingga di dalam malah semakin produktif, makin sehat jiwa dan raga," tutup Hasto.

Hasto telah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Januari 2025 lalu. Hingga saat ini, dia masih menjalani proses persidangan sebagai terdakwa dalam kasus suap dan perintangan penyidikan.

Dalam kasus ini, Hasto diduga membantu buron Harun Masiku, untuk menyuap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, demi merebut kursi parlemen pada Pileg 2019 lalu.

Baca juga artikel terkait KASUS HARUN MASIKU atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama