tirto.id - Ketua Umum Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII), Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa potensi biochar dalam negeri sangat besar dan berpotensi menambah devisa negara lewat ekspor.
Dia menjelaskan, Indonesia dapat menghasilkan 100 juta ton biomassa per tahun. Dari jumlah biomassa itu, sepertiganya dapat diolah menjadi biochar atau arang. Dengan demikian, Indonesia dapat memproduksi 30 juta ton biochar per tahunnya.
Sedangkan, untuk produksi 1 ton biochar saja nilai ekonominya sebesar 300 dolar AS. Maka, nilai jual biochar per tahun dapat mencapai 9 miliar dolar AS.
“Nah, potensi kita untuk biochar itu kurang lebih sepertiga itu (100 juta biomasa). Berarti bisa 30 juta ton biochar,” katanya dalam ABII di Jakarta, Senin (7/7/2205).
Dengan produksi sebesar itu, Adik Presiden Prabowo Subianto ini mengungkapkan bahwa Indonesia berpeluang menjadi eksportir biochar. Apalagi, biochar diminati oleh berbagai negara di dunia. Namun, hingga saat ini anggota asosiasinya baru mengekspor biochar ke Arab Saudi.
“Arab Saudi punya program untuk penanaman pohon, perhijauan, mereka perlu. Dan banyak negara-negara perlu. Itu potensi kita besar sekali. Satu ton biochar kurang lebih 300 dolar AS harga internasional. Berarti kita bisa dapat divisa luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, ABII menargetkan tahun ini produksi biochar sebesar 1,5 juta ton hingga 2 juta ton. “Kita targetnya setiap tahun produksi 1,5 - 2 juta ton,” ucapnya.
Sebagai informasi, biochar merupakan bahan padat kaya karbon yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna atau pirolisis biomassa. Biochar sering digunakan sebagai pembenah tanah (soil amendment) untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































