Menuju konten utama

Harga Sapi dan Kambing Kurban 2026 di Jawa Tengah

Harga sapi dan kambing kurban di Jawa Tengah mulai naik jelang Iduladha 2026. Permintaan tinggi mendorong kenaikan harga.

Harga Sapi dan Kambing Kurban 2026 di Jawa Tengah
Petugas bersiap menyembelih sapi kurban, Sabtu (7/6/2025). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa.

tirto.id - Harga sapi dan kambing kurban di Jawa Tengah (Jateng) mulai menunjukkan pergerakan seiring dekatnya hari raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei 2026 sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Beberapa pekan terakhir, minat masyarakat terhadap pembelian hewan kurban meningkat, terutama di wilayah Jateng, salah satu sentra peternakan terbesar di Pulau Jawa. Kondisi ini tidak lepas dari struktur pasar ternak di Jawa Tengah yang relatif kuat dari sisi pasokan.

Namun, jelang periode puncak kurban, mekanisme hukum permintaan tetap menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan harga sapi dan kambing kurban.

Pada Rabu, 22 April 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) sapi hidup sebesar Rp59.000 per kilogram bobot hidup.

"Harga acuan pembelian sapi hidup dari Rp58.000 per kilogram (kg) menjadi sekitar Rp59.000 per kg, jadi penyesuaiannya hanya sekitar Rp1.000 per kg," kata Zulhas, dikutip dari Antaranews.

Harga Sapi Kurban di Jawa Tengah 2026

HAP bisa berfungsi sebagai referensi dasar dalam transaksi, tetapi harga riil di pasar bisa bergerak di atasnya. Hal tersebut terutama terjadi ketika permintaan meningkat dalam waktu singkat seperti musim kurban.

Jika dikonversi dari acuan resmi pemerintah, sapi berbobot 200-250 kilogram diprediksi berada pada kisaran harga Rp11,8 juta hingga Rp14,75 juta.

Berikut estimasi harga sapi terbaru di Jawa Tengah jika mengacu pada HAP jelang hari raya kurban atau Iduladha 2026:

  • Harga sapi kurban bobot 200-250 kg: Rp11,8 juta - Rp14,75 juta.
  • Harga sapi kurban bobot 250-300 kg: Rp14,75 juta - Rp17,7 juta.
  • Harga sapi kurban bobot 300-400 kg: Rp17,7 juta - Rp23,6 juta.
  • Harga sapi kurban bobot >500 kg: Rp29,5 juta ke atas.
Harga sapi kurban di pasar Jawa Tengah biasanya sedikit lebih tinggi dari acuan HAP karena hukum permintaan dan penawaran. Menjelang Iduladha, permintaan meningkat sehingga harga pasar bisa melonjak. Ini fenomena tahunan yang normal.

Harga Kambing Kurban di Jawa Tengah 2026

Di sisi lain, harga kambing kurban tidak memiliki acuan resmi sehingga sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar.

Kambing kacang atau Jawa Randu dengan bobot 20-30 kilogram dijual sekitar Rp1,4 juta hingga Rp2,5 juta. Sementara itu, kambing gibas berada di kisaran Rp2,6 juta sampai Rp3,8 juta. Adapun kambing Etawa atau Jamnapari sebagai kategori premium bisa mencapai Rp3,5 juta hingga Rp5 juta atau lebih.

Mengingat adanya kenaikan harga jelang Iduladha, waktu pembelian menjadi variabel penting. Pembelian hewan kurban pada April hingga awal Mei berpotensi mendapat harga lebih stabil. Namun, pembeli juga perlu menimbang aspek perawatan hewan jika hendak membeli lebih awal.

Tips Membeli Hewan Kurban 2026

Selain faktor harga, kelayakan hewan kurban juga harus menjadi perhatian utama. Secara syariat, syarat hewan kurban untuk sapi minimal harus berusia dua tahun, sementara kambing minimal satu tahun.

Dari sisi kesehatan, hewan harus dalam kondisi baik, tidak cacat, serta memiliki ciri fisik seperti mata cerah dan tubuh tidak kurus.

Pemeriksaan tambahan seperti status vaksinasi dan bebas penyakit, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK), juga penting dilakukan.

Terakhir, pembelian di pasar hewan resmi atau langsung dari peternak dinilai lebih aman karena Anda bisa cek langsung kondisi hewan kurban.

Berikut daftar pasar hewan utama yang ada di Jawa Tengah:

  • Pasar Hewan Ambarawa.
  • Pasar Hewan Grabag Magelang.
  • Pasar Hewan Boyolali.
  • Pasar Hewan Muntilan.
  • Pasar Hewan Jatinom
  • Pasar Hewan Prambanan.
Apabila sudah memahami dinamika harga sapi dan kambing kurban 2026 di Jawa Tengah, masyarakat bisa menyusun strategi pembelian hewan kurban lebih terukur.

Kenaikan harga mungkin tidak bisa dihindari, tetapi keputusan berbasis informasi bisa menjaga keseimbangan antara anggaran dan kualitas hewan kurban.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Edusains
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora