Menuju konten utama

Harga Minyak Hari Ini Turun usai Trump Umumkan Operasi di Hormuz

Harga minyak dunia hari ini turun lagi usai Presiden Trump mengumumkan rencana operasi di Selat Hormuz untuk mengeluarkan kapal-kapal.

Harga Minyak Hari Ini Turun usai Trump Umumkan Operasi di Hormuz
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 20 April 2026.. REUTERS

tirto.id - Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan Senin (4/5/2026) pagi, usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan niatnya untuk memandu kapal-kapal netral keluar melalui Selat Hormuz.

Mulai hari ini, langkah AS tersebut dimaksudkan untuk memungkinkan kapal-kapal yang terjebak akibat perang dengan Iran dapat melintasi jalur perairan itu.

Namun demikian, para pelaku pasar meragukan rencana Trump ini di saat sebuah kapal tanker dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah Brent sedikit berubah mendekati 108 dolar AS per barel, setelah jatuh sebanyak 2,4 persen saat pembukaan perdagangan, sedangkan minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah 102 dolar AS per barel.

Menurut UK Maritime Trade Operations, sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil sekitar 78 mil laut di utara Fujairah, Uni Emirat Arab. Meskipun kapal tersebut tidak diidentifikasi, seluruh awak dilaporkan dalam kondisi selamat.

“Kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengevakuasi kapal dan awak mereka dengan aman dari Selat tersebut,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

“Dalam semua kasus, mereka menyatakan tidak akan kembali sampai wilayah itu aman untuk pelayaran, dan untuk aktivitas lainnya," lanjutnya.

United States Central Command menyatakan pada Minggu (3/5/2026) bahwa mereka akan memberikan dukungan militer, termasuk kapal perusak berpemandu rudal, pesawat, dan drone. Namun, rencana tersebut saat ini tidak mencakup pengawalan oleh angkatan laut.

Namun demikian, kepala investasi di Karobaar Capital LP, Haris Khurshid menilai seiring dengan fenomena 'Trump Fatigue', kini pasar tidak benar-benar menanggapi dengan serius pernyataan pemimpin AS tersebut.

“Memang sempat terjadi penurunan awal, tetapi karena tidak bertahan, itu menunjukkan bahwa pelaku pasar tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang benar-benar membawa perubahan," tutur dia.

Sementara itu, harga minyak mentah melonjak tajam sepanjang tahun ini—bahkan mencapai level tertinggi sejak 2022 pada pekan lalu—seiring konflik yang mengguncang pasar, memicu kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi.

Lonjakan ini juga didorong oleh blokade ganda di selat penting tersebut, di mana Teheran mencegah kapal keluar dari Teluk Persia, sementara Amerika Serikat mencegat kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika Iran berupaya menghalangi pelayaran kapal-kapal tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa perwakilan kedua pihak sedang melakukan pembicaraan yang sangat positif dengan Teheran yang berpotensi menghasilkan sesuatu yang “sangat positif,” meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra