Menuju konten utama

AS Ancam Sanksi ke Pihak yang Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran

OFAC mengancam akan mengenakan sanksi kepada pihak manapun yang berani menyetor uangnya demi keselamatan ke pemerintah Iran.

AS Ancam Sanksi ke Pihak yang Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran
Citra satelit menunjukkan terminal minyak di Pulau Kharg, Iran, 25 Februari 2026. 2026 Planet Labs PBC/Handout via REUTERS

tirto.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Badan Intelijen Keuangan dan Penegakan Hukum (OFAC) yang berada di bawah naungan Departemen Keuangan mengingatkan kepada setiap individu maupun perusahaan untuk tidak sekali-kali membayar tarif ke pemerintah Iran saat melintasi Selat Hormuz.

OFAC mengancam akan mengenakan sanksi kepada pihak manapun yang berani menyetor uangnya demi keselamatan ke pemerintah Iran.

"Para pelaku industri maritim yang terlibat dengan kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Iran menghadapi risiko sanksi yang signifikan di bawah berbagai otoritas sanksi yang menargetkan sektor pelayaran dan pelabuhan Iran," dikutip dari pernyataan OFAC yang dilansir BBC, Sabtu (2/5/2026).

OFAC menegaskan bahwa transaksi terhadap Iran di Selat Hormuz tidak semata dalam bentuk mata uang semata, namun juga kompensasi alat digital, tukar menukar informasi, hingga sumbangan amal maupun kegiatan lain yang disalurkan melalui Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara.

Peringatan sanksi tidak hanya ditujukan kepada warga negara maupun perusahaan yang terikat hukum AS, namun juga perusahaan di luar otoritas hukum negara tersebut. Peringatan tersebut dikhususkan kepada perusahaan perminyakan yang memiliki hubungan dagang maupun industri dengan AS.

"(OFAC-red) akan terus secara agresif menargetkan sektor-sektor penghasil pendapatan utama Iran, khususnya sektor perminyakan dan petrokimia," jelas keterangan OFAC.

Dalam keterangan BBC, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa sanksi yang diluncurkan OFAC memiliki tendensi untuk menarik seluruh aset maupun aset keuangan milik AS yang selama ini masih tersimpan di Iran. Scott juga berharap pemerintah Iran tak lagi memiliki pemasukan salah satunya dari Selat Hormuz tersebut.

"(Pemerintah AS) tanpa henti menargetkan kemampuan rezim untuk menghasilkan, memindahkan, dan memulangkan dana, dan mengejar siapa pun yang memungkinkan upaya Teheran untuk menghindari sanksi," kata Scott dikutip BBC.

Diketahui bahwa kebijakan OFAC ini bermula dari aksi saling serang AS dan Iran yang berujung pada serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Untuk melawan Iran, AS memberlakukan blokade angkatan laut sejak 13 April, menghentikan semua kapal untuk berlayar ke atau dari pelabuhan Iran.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto