Menuju konten utama

Harga Minyak Dunia Naik usai Iran Serang Kuwait dan Bahrain

Harga minyak dunia melonjak setelah Iran meluncurkan rudal ke Kuwait dan Bahrain, memicu kekhawatiran pasar atas pasokan global.

Harga Minyak Dunia Naik usai Iran Serang Kuwait dan Bahrain
sebuah kapal tanker minyak mendekati Jetty baru selama peluncuran fasilitas minyak baru senilai $ 650 juta di Fujairah, Uni Emirat Arab. Uni Emirat Arab mengatakan pada hari Minggu, 12 Mei 2019 Kamran Jebreili / AP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada awal perdagangan Rabu (3/6/2026), setelah ketegangan di Timur Tengah kembali memanas.

Iran meluncurkan rudal ke Kuwait dan Bahrain, sementara perundingan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menunjukkan sedikit kemajuan.

Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,05 dolar AS atau 1,09 persen, menjadi 97,05 dolar AS per barel. Sementara, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,01 dolar AS atau 1,08 persen menjadi 94,77 dolar AS per barel.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, baik Brent maupun WTI sama-sama ditutup di level tertinggi dalam sepekan.

Sementara itu, menurut militer AS, Iran telah meluncurkan rudal balistik ke arah negara-negara tetangganya di kawasan, yakni Kuwait dan Bahrain, namun tidak ada yang berhasil mengenai sasaran.

Washington juga menyatakan bahwa pasukan AS melancarkan serangan ke Pulau Qeshm, Iran, sebagai respons atas upaya serangan tersebut.

Karena itu, para pelaku pasar terus mencermati perkembangan perang yang melibatkan Iran, sementara Teheran sedang meninjau usulan kesepakatan dari Amerika Serikat untuk menghentikan konflik.

Di sisi lain, media Iran pada Selasa (2/6/2026) melaporkan bahwa Teheran sudah beberapa hari tidak berkomunikasi dengan Washington. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara kedua negara terus berlangsung tanpa henti.

Karena berbagai kondisi ini, Analis strategi komoditas senior ANZ Bank, Daniel Hynes, mengatakan bahwa setiap upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz akan menghadapi tantangan besar karena Iran telah memasang ranjau di sebagian besar jalur pelayaran strategis tersebut.

"Memang ada sedikit peningkatan jumlah kapal yang mencoba melintasi jalur itu, tetapi total lalu lintas pelayaran masih jauh di bawah tingkat sebelum konflik," ujarnya, dikutip Reuters, Rabu (3/6/2026).

Lebih dari tiga bulan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, konflik tersebut masih berada dalam kebuntuan. Karenanya, meski telah berlaku gencatan senjata, situasinya tetap rapuh dan belum mampu mengakhiri ketegangan secara menyeluruh.

Dari sisi pasokan, menurut sumber-sumber pasar, persediaan minyak mentah Amerika Serikat tercatat turun untuk minggu ketujuh berturut-turut pada pekan lalu, berdasarkan data yang dirilis oleh American Petroleum Institute (API) pada Selasa.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa stok minyak mentah AS berkurang sekitar 6,8 juta barel dalam sepekan yang berakhir pada 29 Mei.

Data resmi pemerintah AS mengenai persediaan minyak dijadwalkan dirilis pada Rabu pukul 10.30 waktu Timur AS (ET) atau 14.30 waktu setempat. Data ini akan menjadi salah satu indikator penting yang dicermati pasar untuk menilai kondisi pasokan minyak global.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra