tirto.id - Menyambut Hari Raya Idul Adha 2025, geliat aktivitas ekonomi di sektor peternakan mulai terasa di berbagai penjuru Jawa Timur. Tradisi kurban yang rutin dijalankan saban tahun menjadi pemantik utama pergerakan pasar hewan, khususnya kambing dan sapi. Dalam situasi seperti ini, masyarakat diminta lebih cermat membaca dinamika harga yang kerap berubah menjelang puncak musim kurban.
Sejumlah sentra peternakan di Jawa Timur mulai memperlihatkan peningkatan mobilitas, baik dari sisi pasokan hewan maupun aktivitas transaksi. Pedagang di pasar hewan tradisional pun mulai mencatat lonjakan kunjungan dari calon pembeli, yang kebanyakan datang untuk sekadar mengecek kondisi fisik hewan atau mengajukan tawaran awal. Fenomena tahunan ini telah menjadi pola yang nyaris tak berubah, ketika permintaan naik, harga pun mengikuti.
Dengan perencanaan yang matang dan pemantauan harga sejak awal, calon pembeli bisa lebih tenang dalam memilih hewan kurban yang sesuai dengan anggaran dan kriteria ibadah.
Harga Kurban Kambing dan Sapi 2025 di Jawa Timur
Pada Mei 2025, dinamika harga hewan kurban mulai menunjukkan pola fluktuatif, terutama di wilayah Jawa Timur. Harga kambing, yang biasanya stabil di awal tahun, mulai menunjukkan lonjakan signifikan pada tanggal-tanggal tertentu.
Berdasarkan pantauan lapangan, harga kambing per kilogram sempat menyentuh angka Rp110 ribu pada 1, 3, 4, dan 9 Mei. Namun di sela-sela hari tersebut, harga mengalami penurunan drastis, bahkan sempat berada di kisaran Rp82.500 selama tiga hari berturut-turut dari 5 hingga 7 Mei, sebelum sedikit naik ke Rp84.000 pada 8 Mei.
Fenomena serupa juga terjadi pada komoditas sapi. Meski fluktuasinya tidak seagresif kambing, pergerakan harga sapi menunjukkan tren menurun di awal bulan. Pada 1 Mei, harga sapi per kilogram tercatat sebesar Rp56.576, kemudian turun menjadi Rp53.402 di tanggal 2, dan menyentuh titik terendah Rp52.385 pada 3 Mei. Perubahan ini diperkirakan berkaitan erat dengan strategi distribusi peternak serta antisipasi lonjakan permintaan menjelang Idul Adha.
Cara Menghitung Harga Kambing dan Sapi Kurban Jawa Timur 2025
Menjelang Idul Adha, pasar hewan kurban mulai ramai dikunjungi. Tapi bagi pembeli, menentukan harga kambing dan sapi bukan sekadar urusan kalkulasi kilogram. Ada sejumlah faktor penting yang perlu dicermati agar tak keliru saat merogoh kocek.
Kebanyakan pedagang mematok harga berdasarkan bobot hidup hewan, yang dikalikan dengan tarif per kilogram yang berlaku di pasar lokal. Meski terdengar sederhana, metode ini menyimpan detail yang harus dipahami. Berat hidup bisa didapat dari hasil penimbangan langsung, atau hanya berdasarkan perkiraan peternak, yang kadang berbeda tipis, kadang bisa jauh meleset.
Namun, harga bukan hanya urusan berat badan. Kualitas fisik dan kesehatan hewan turut menentukan nilai jual. Kambing dengan bulu rapi, gigi lengkap, dan postur proporsional bisa dibanderol lebih mahal. Bahkan, jenis ras atau asal ternak juga berpengaruh dalam penentuan harga.
Contohnya, seekor kambing dengan berat 30 kilogram, jika dihargai Rp110 ribu per kilogram, akan bernilai sekitar Rp3,3 juta.
Hal serupa berlaku untuk sapi, hanya saja angkanya jauh lebih fantastis. Dengan berat rata-rata 350 kilogram dan harga pasar Rp56.000 per kilogram, satu ekor sapi bisa dibanderol hampir Rp20 juta. Itu belum termasuk biaya tambahan seperti ongkos pengiriman ke lokasi pemotongan atau jaminan pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait.
Penulis: Yulita Putri
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




























