tirto.id - Hingga H-4 lebaran, terdapat 17 kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur mudik wilayah Sumatra Selatan. Sejumlah insiden itu mengakibatkan tiga pemudik meninggal dunia.
Berdasarkan data Polda Sumsel, lakalantas tersebut juga menyebabkan 18 orang memgalami luka ringan dan menimbulkan kerugian hampir Rp600 juta. Angka itu berlangsung sejak hari ketiga operasi Ketupat Musi 2026 sejak 13 Maret 2026.
Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan angka lakalantas masih terbilang sangat tinggi sehingga perlu menjadi evaluasi petugas di lapangan selama arus mudik. Apalagi lakalantas tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka.
"Angka lakalantas masih tinggi, sampai H-4 lebaran ada 17 kasus terjadi dan tiga pemudik meninggal," kata Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, Selasa (17/3/2026).
Untuk mencegah lakalantas terlebih menjelang puncak mudik, Sandi meminta seluruh kapolres dan satgas meningkatkan patroli di jalur rawan kecelakaan serta memastikan pengamanan jalur mudik berjalan maksimal. Pergerakan kendaraan besar bersumbu tiga atau lebih yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik di jalur utama juga harus jadi perhatian.
"Kendaraan besar harus patuh aturan, tindak tegas jika melanggar," ucap Sandi.
Sandi menambahkan mobilitas masyarakat meningkat signifikan hingga H-4 lebaran. Tercatat sebanyak 5.064 pemudik melalui terminal, 4.360 di stasiun kereta api, 37.334 dari jalur penyeberangan, dan 24.717 penumpang keluar masuk melalui bandara.
Sedangkan lima ruas tol di Sumsel juga mencatat pergerakan kendaraan yang cukup tinggi selama periode arus mudik. Masyarakat diimbau melakukan perjalanan mudik selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara.
"Pastikan kondisi tubuh pengemudi dalam keadaan prima, kendaraan laik jalan, manfaatkan rest area, jangan paksakan berkendara dalam kondisi lelah," pungkasnya.
Masuk tirto.id




























