tirto.id - PT ASDP Indonesia Ferry mengungkap arus penyeberangan di lintasan Gilimanuk-Ketapang pada Minggu (15/03/2026) meningkat 33,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tercatat, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 80.416 orang dengan jumlah trip sebanyak 247 trip dalam periode 24 jam.
Kemacetan tersebut masih terasa hingga Senin (16/03/2026). Pada pukul 14.00 WITA, Polda Bali mengungkap masih adanya antrean panjang untuk menuju penyeberangan. Perinciannya, ekor antrean dari arah Denpasar sampai tugu Persil Desa Melaya dengan jarak 19 kilometer, sementara dari arah Singaraja sampai Hutan Cekik dengan jarak 5 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengungkap peningkatan pergerakan kendaraan di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik hendak menyeberang menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Nyepi, yakni dari 18 hingga 20 Maret 2026.
Untuk itu, ASDP telah melakukan penambahan sebanyak 7 kapal dari pola operasional normal, yakni 28 kapal. Saat ini, total 35 kapal beroperasi secara bergantian selama 24 jam di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Menurut Windy, dengan armada yang bergerak nonsetop, kapasitas angkut meningkat dan proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat.
Selain itu, enam kapal menerapkan pola operasional tiba, bongkar, dan berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus layanan kapal di pelabuhan. Kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan, lalu kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan di pelabuhan tersebut.

“Dermaga 3 Pelabuhan Ketapang diberlakukan pola penuh TBB semenjak 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, di mana kapal yang tiba hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan dari Ketapang,” kata Windy melalui siaran pers, Senin (16/03/2026).
Lintasan Ketapang-Gilimanuk didukung dengan 9 dermaga aktif di Pelabuhan Ketapang, dengan rincian 4 dermaga Moveable Bridge (MB), 3 dermaga Landing Craft Machine (LCM), 1 dermaga ponton (apung), dan 1 di Bulusan. Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk didukung oleh 8 dermaga aktif, yakni 4 dermaga MB dan 4 LCM.
“Dermaga LCM akan difokuskan melayani kendaraan logistic guna menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus memisahkan arus kendaraan besar dengan kendaraan penumpang,” tambah Windy.
Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengungkap total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk pada rentang 11 hingga 15 Maret 2026 adalah sebanyak 232.640 orang dengan total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 74.762 unit atau naik 5,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama di tahun lalu.
Sebaliknya, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang pada rentang 11 hingga 15 Maret 2026 adalah sebanyak 127.473 orang. Untuk kendaraan yang menyeberang adalah sebanyak 26.072 unit atau naik 5,7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Pada 15 Maret 2026, tercatat realisasi kendaraan roda dua yang menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 18.306 unit atau naik 52,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit atau naik 9,2 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.590 unit atau turun 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 945 unit atau naik 39 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
“Total seluruh kendaraan tercatat 25.885 unit yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk pada H-6 atau naik 35,4 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 19.122 unit,” beber Bintang.
Sebaliknya, realisasi kendaraan roda dua yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada 15 Maret 2026 mencapai 570 unit atau naik 19,5 persen. Kendaraan roda empat mencapai 2.114 unit atau naik 19,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk truk yang menyeberang mencapai 1.564 unit atau turun 7,9 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu. Total bus yang menyeberang mencapai 671 unit atau turun 14,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
“Total seluruh kendaraan yang tercatat adalah 4.919 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-6 atau naik 3,9 persen dibandingkan realisasi periode tahun lalu, yaitu sebanyak 4.736 unit,” tutupnya.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























