Menuju konten utama

3 Jenazah Ditemukan saat Pengangkatan Bangkai Kapal Tunu Pratama

Masyarakat yang ingin melakukan konfirmasi dan melihat jenazah bisa berkoordinasi di Polresta Banyuwangi.

3 Jenazah Ditemukan saat Pengangkatan Bangkai Kapal Tunu Pratama
Data korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ditampilkan pada layar monitor pada saat Konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (14/7/2025). Pada hari ke-13 Operasi pencarian dan Pertolongan (SAR) tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya kembali diperpanjang hingga 7 hari ke depan dengan menggunakan kekuatan kewilayahan yakni Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi dan jajanan TNI-Polri. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak tiga jenazah ditemukan di Perairan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana dan Perairan Selat Bali. Ketiga jenazah tersebut diduga merupakan korban tragedi Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada 2 Juli 2025 silam.

"Betul (ada penemuan tiga jenazah). Ditemukan di sekitar lokasi tenggelamnya Kapal Tunu Pratama Jaya dan ketiga jenazah sudah diserahkan ke Banyuwangi untuk diidentifikasi," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, ketika dihubungi pada Kamis (5/2/2026).

Ketiga jenazah tersebut ditemukan pada waktu yang berbeda. Jenazah pertama ditemukan saat proses pengangkatan bangkai kapal (salvage) pada Minggu (1/2/2026) pukul 07.00 WITA. Jenazah tersebut langsung dievakuasi ke RSUD Banyuwangi.

Tidak berselang lama, jenazah kedua ditemukan di sekitar Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Gilimanuk pada pukul 14.25 WITA di hari yang sama. Jenazah tersebut dievakuasi ke RSUD Negara sebelum dipindahkan ke RSUD Banyuwangi.

Selang tiga hari, jenazah ketiga ditemukan di pesisir Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Gilimanuk, pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 07.30 WITA dalam kondisi tidak utuh. Jenazah dievakuasi ke RSUD Negara.

"Mengenai pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya, menurut informasi dari General Manager ASDP Ketapang, sudah dalam proses pengerjaan oleh pihak asuransi mulai 26 Januari 2026. Estimasi pekerjaan 2 minggu," terang Ariasandy.

Sementara itu, Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengungkap jenazah berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di TNBB, Gilimanuk, akan diserahkan ke Polda Jawa Timur dan Polresta Banyuwangi untuk dilakukan identifikasi.

"Dari Polresta Banyuwangi akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan DVI Polda Jawa Timur untuk kemudian melakukan proses identifikasi secara ilmiah," terangnya.

Citra mengungkap ketiga jenazah tersebut memang ditemukan saat proses pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Namun, hingga saat ini, belum ada warga atau pihak keluarga yang datang ke Polres Jembrana untuk menanyakan tentang ketiga jenazah tersebut.

"Saat ini sudah diarahkan ke Polresta Banyuwangi. Apabila nanti ada masyarakat yang akan melakukan konfirmasi untuk melihat jenazah, dapat berkoordinasi di Polresta Banyuwangi. Dapat juga menyampaikan kepada kami dan nanti kami akan membantu menyampaikan ke Polresta Banyuwangi," tutupnya.

Diketahui KMP Tunu Pratama Jaya dengan rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tenggelam di Selat Bali pada Rabu (02/7/2025), pukul 22.56 WIB atau sekitar 25 menit setelah lepas jangkar.

Berdasarkan manifes, kapal tersebut membawa 65 penumpang yang terdiri atas 53 orang penumpang dan 12 orang kru kapal. Terdapat 22 kendaraan di dalam kapal tersebut, termasuk 14 truk tronton.

Baca juga artikel terkait KAPAL TENGGELAM atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Bayu Septianto