Menuju konten utama

Empat Rumah Ibadah di Solo Jadi Posko Mudik Lebaran 2026

Keempat rumah ibadah tersebut akan melayani pemudik mulai 17 Maret hingga 27 Maret 2026 dan dibuka selama 24 jam.

Empat Rumah Ibadah di Solo Jadi Posko Mudik Lebaran 2026
Sejumlah tenda telah dididirakan di halaman depan Masjid HJ. Saraanti Soejitho, Selasa (17/3/2026) untuk menyambut pemudik. Tirto id/Romensy Augustino
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Semangat toleransi antarumat beragama di Kota Solo terlihat menjelang arus mudik Lebaran 2026/1447 H. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo menyiapkan empat rumah ibadah lintas agama sebagai tempat istirahat atau posko bagi pemudik yang melintasi kota bengawan.

Program bertajuk Rumah Ibadah Ramah Pemudik ini tidak hanya melibatkan masjid, tetapi juga vihara dan gereja. Melalui inisiatif itu, rumah ibadah dari berbagai agama bersama-sama membuka ruang bagi pemudik untuk beristirahat selama perjalanan menuju kampung halaman.

Kepala Kantor Kemenag Solo, Ulin Nur Hafsun, mengatakan program ini merupakan gagasan Kemenag RI yang pelaksanaannya bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pengurus rumah ibadah setempat.

“Tahun sebelumnya hanya melibatkan beberapa masjid. Tahun ini kami memperluasnya dengan melibatkan rumah ibadah agama lain. Harapannya, semangat toleransi makin terasa karena setiap umat beragama saling mendukung dalam melayani para pemudik,” kata Ulin, Selasa (17/3/2026).

Khusus Kota Solo terdapat empat rumah ibadah yang disiapkan sebagai posko pemudik, yakni Masjid Sri Sarsanti Soejitno di Jalan Joko Tingkir, Laweyan; Masjid Al Muqorrobin di Jalan Sumpah Pemuda, Kadipiro; Vihara Dhamma Sundara di Jalan Ir. Juanda, Jebres; serta Gereja Baptis Indonesia di Jalan Slamet Riyadi, Penumping.

Keempat rumah ibadah tersebut akan melayani pemudik mulai 17 Maret hingga 27 Maret 2026 dan dibuka selama 24 jam.

Selain tempat beristirahat, pemudik juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan seperti toilet, ruang istirahat terpisah antara laki-laki dan perempuan, menu berbuka puasa dan makanan ringan, area parkir, hingga fasilitas pengisian daya.

“Pemudik tidak perlu membawa persyaratan apa pun. Cukup datang dan melapor kepada relawan yang berjaga di lokasi,” jelas Ulin.

Menurutnya, kehadiran posko ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pemudik, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kota Solo.

“Semangatnya adalah saling membantu. Ketika ada perayaan hari besar agama lain yang membutuhkan fasilitas serupa, kami juga siap mendukung, seperti yang pernah dilakukan saat libur Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Solo juga terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini. Selain rumah ibadah, sejumlah kantor kecamatan dan kelurahan juga disiapkan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.

“Kami membuka berbagai fasilitas publik, termasuk rumah ibadah dan kantor pemerintahan, agar pemudik bisa beristirahat dengan aman dan nyaman,” kata Respati.

Baca juga artikel terkait MUDIK atau tulisan lainnya dari Romensy Augustino

tirto.id - Flash News
Kontributor: Romensy Augustino
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama