tirto.id - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami kenaikan jumlah penumpang sebesar 12,9 persen pada tanggal 13–15 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Jumlah total penumpang selama 3 hari pertama posko Lebaran 2026 tersebut adalah 188.655 penumpang.
Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengungkap angka tersebut terdiri atas 78.388 penumpang domestik dan 110.267 penumpang internasional. Rata-rata penumpang berada di angka 62.885 per hari.
"Rinciannya, untuk kedatangan domestik sebanyak 36.138 penumpang dan keberangkatan domestik sebanhak 42.250 penumpang. Untuk internasional, sebanyak 51.937 merupakan penumpang kedatangan dan 58.330 penumpang keberangkatan," ungkap Eka dalam keterangannya, Senin (16/03/2026).
Terkhusus tanggal 15 Maret 2026, jumlah penumpang yang masuk dan keluar melalui pintu Bandara Ngurah Rai adalah 66.636 penumpang atau meningkat 21,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 28.676 penumpang domestik dan 37.960 penumpang internasional.

Sementara itu, untuk pergerakan pesawat, Eka menjelaskan bahwa terdapat 1.192 pergerakan selama periode 13–15 Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat 12 persen dibandingkan tahun 2025 pada periode yang sama yang mencatatkan 1.064 pergerakan pesawat.
Pergerakan tersebut terdiri atas domestik sebanyak 581 pergerakan, yakni 291 pergerakan kedatangan dan 290 pergerakan keberangkatan. Sementara itu, terdapat 611 pergerakan internasional dengan rincian 305 pergerakan kedatangan dan 306 pergerakan keberangkatan. Rata-rata pergerakan pesawat adalah 397 pergerakan per hari.
"Untuk domestik, pergerakan paling banyak adalah ke Jakarta (CGK) sebanyak 232 pergerakan, diikuti Surabaya (SUB) sebanyak 81 pergerakan dan Lombok (LOP) sebanyak 60 pergerakan," terang Eka.
Pergerakan internasional didominasi oleh Singapura (SIN) dengan 95 pergerakan. Angka tersebut diikuti oleh Kuala Lumpur (KUL) sebanyak 84 pergerakan dan Perth (PER) sebanyak 66 pergerakan.
"Terdapat realisasi 17 penerbangan tambahan (extra flight) domestik, yakni 12 penerbangan rute Jakarta dan 5 penerbangan rute Surabaya," tambahnya.
Khusus tanggal 15 Maret, terdapat 415 pergerakan pesawat atau meningkat 19,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Angka tersebut terdiri atas 203 pergerakan domestik dan 212 pergerakan internasional.
Pergerakan domestik didominasi oleh penerbangan ke Jakarta, yakni sebanyak 81 pergerakan. Angka tersebut diikuti Surabaya sebanyak 30 pergerakan dan Lombok sebanyak 20 pergerakan. Sementara itu, penerbangan internasional didominasi Singapura dengan 32 pergerakan, Kuala Lumpur dengan 30 pergerakan, dan Perth dengan 23 pergerakan.
"Realisasi penerbangan tambahan untuk tanggal 15 Maret adalah 5 penerbangan, dengan rincian rute Jakarta sebanyak 4 penerbangan dan rute Surabaya sebanyak 1 penerbangan," tutupnya.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id































