Menuju konten utama

Fungsi Tugas dan Wewenang Dewan HAM PBB

Indonesia memimpin Dewan HAM PBB 2026. Simak fungsi, tugas, dan wewenang Dewan HAM PBB serta peran Presiden Dewan HAM.

Fungsi Tugas dan Wewenang Dewan HAM PBB
Presiden Prabowo Subianto (bawah) didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono (depan, tengah), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (depan, kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani (kanan), Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi (atas, tengah) dan Menteri HAM Natalius Pigai (atas) mengikuti jalannya Konferensi Internasional Tingkat Tinggi (KITT) untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025). Presiden Prabowo menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap Deklarasi New York, yang menyebutkan Solusi Dua Negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi bagi Palestina dan Israel. ANTARA FOTO/Fathur Rochman/app/nz

tirto.id - Indonesia kembali menorehkan peran strategis di panggung internasional. Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro, ditunjuk sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, menggantikan Jürg Lauber dari Swiss. Penunjukan ini menandai kepercayaan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia di bidang hak asasi manusia.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu (24/12), disebutkan bahwa posisi Presiden Dewan HAM PBB tersebut akan ditetapkan secara resmi dalam Pertemuan Dewan HAM PBB pada 8 Januari 2026. Sidharto Reza Suryodipuro akan menjalankan amanah tersebut selama satu tahun ke depan.

Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB menjadi sorotan penting, mengingat lembaga ini memiliki peran krusial dalam merespons isu-isu pelanggaran HAM global, mulai dari konflik bersenjata hingga krisis kemanusiaan.

Lantas, apa saja fungsi, tugas, dan wewenang Dewan HAM PBB?

DEBAT UMUM PBB

Para pemimpin dunia dan delegasi dari 193 negara anggota menghadiri sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, Selasa (19/9/2017). ANTARA FOTO/Aditya Wicaksono

Fungsi, Tugas, dan Wewenang Dewan HAM PBB

Keberadaan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tidak terlepas dari komitmen komunitas internasional dalam menjaga martabat dan hak dasar setiap manusia. Lembaga ini menjadi salah satu pilar utama Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam merespons berbagai tantangan HAM lintas negara, sekaligus berfungsi sebagai ruang diplomasi multilateral yang strategis.

Dewan HAM PBB merupakan badan antar-pemerintah di bawah naungan PBB yang secara khusus menangani isu hak asasi manusia. Lembaga ini dibentuk untuk menggantikan Komisi HAM PBB, dengan mandat yang lebih kuat serta mekanisme kerja yang lebih komprehensif dan responsif terhadap dinamika global.

Saat ini, Dewan HAM PBB terdiri dari 47 negara anggota yang dipilih oleh Majelis Umum PBB. Secara umum, fungsi dan tugas utama Dewan adalah memperkuat promosi dan perlindungan hak asasi manusia di seluruh dunia, termasuk menangani berbagai dugaan pelanggaran HAM, menyusun rekomendasi kebijakan, serta merespons situasi darurat HAM yang memerlukan perhatian internasional segera.

Dalam menjalankan mandat tersebut, Dewan HAM PBB memiliki sejumlah fungsi, tugas, dan wewenang penting, antara lain:

1. Menjamin perlindungan HAM yang setara bagi semua

Dewan HAM PBB bertugas memastikan bahwa seluruh individu, tanpa memandang ras, agama, jenis kelamin, kewarganegaraan, atau latar belakang lainnya, memperoleh perlindungan hak asasi manusia secara setara. Prinsip non-diskriminasi menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan rekomendasi yang dihasilkan Dewan.

2. Merumuskan dan menyampaikan rekomendasi HAM di lingkungan PBB

Dalam menjalankan mandatnya, Dewan HAM PBB menyampaikan berbagai rekomendasi kepada Majelis Umum, Dewan Keamanan, dan badan PBB lainnya. Rekomendasi ini bertujuan memperkuat kebijakan, mekanisme, serta respons internasional terhadap isu-isu pelanggaran HAM.

3. Menguatkan pemenuhan hak atas pembangunan

Dewan HAM PBB juga menekankan bahwa pembangunan dan hak asasi manusia saling berkaitan. Oleh karena itu, Dewan mendorong agar setiap negara memastikan proses pembangunan ekonomi, sosial, dan politik berjalan seiring dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

4. Memberikan dukungan teknis bagi negara yang menghadapi tantangan HAM

Bagi negara-negara yang menghadapi tantangan dalam pemenuhan HAM, Dewan HAM PBB dapat memfasilitasi bantuan teknis, termasuk pendampingan kebijakan, penguatan institusi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang HAM.

5. Mengonsolidasikan pendidikan dan penyebaran informasi HAM

Dewan HAM PBB berperan dalam mengoordinasikan program pendidikan dan penyebaran informasi publik mengenai hak asasi manusia. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya penghormatan HAM, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat luas.

6. Mendorong pencegahan dan penanganan pelanggaran HAM berkelanjutan

Selain merespons kasus pelanggaran, Dewan HAM PBB juga berupaya mencegah terulangnya pelanggaran HAM melalui pemantauan, dialog, dan rekomendasi kebijakan. Pendekatan pencegahan ini dianggap krusial untuk menciptakan perlindungan HAM yang berkelanjutan.

7. Membangun dialog dan komunikasi yang konstruktif dengan negara anggota

Dewan HAM PBB aktif membangun komunikasi dan dialog dengan pemerintah negara anggota. Dialog ini bertujuan mendorong keterbukaan, kerja sama, serta komitmen nyata dalam memperbaiki situasi HAM di masing-masing negara.

8. Memperluas dan memperkuat kerja sama internasional di bidang HAM

Dalam menghadapi tantangan HAM yang bersifat global, Dewan HAM PBB mendorong kerja sama internasional antarnegara, organisasi internasional, dan aktor non-negara guna menciptakan pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

9. Menyinergikan mekanisme HAM di dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa

Dewan HAM PBB juga memiliki peran strategis dalam menyelaraskan berbagai mekanisme HAM yang ada di lingkungan PBB, agar berjalan lebih efisien, tidak tumpang tindih, serta mampu memberikan dampak nyata bagi perlindungan hak asasi manusia.

DEBAT UMUM PBB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidatonya pada sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, Selasa (19/9/2017). ANTARA FOTO/Aditya Wicaksono

Tugas Presiden Dewan HAM PBB

Presiden Dewan HAM PBB memegang peran penting dalam memastikan seluruh agenda Dewan berjalan secara efektif, netral, dan konstruktif. Jabatan ini bersifat prosedural dan diplomatik, serta tidak mewakili kepentingan politik negara asalnya.

Berikut ini merupkaan tugas Presiden Dewan HAM PBB, antara lain:

1. Memimpin dan mengarahkan jalannya seluruh agenda Dewan

Presiden Dewan HAM PBB bertanggung jawab memimpin seluruh sidang dan pertemuan Dewan, baik sesi reguler maupun sesi khusus. Dalam peran ini, Presiden memastikan pembahasan agenda berjalan tertib, inklusif, dan konstruktif, serta menjamin setiap negara anggota memperoleh kesempatan yang setara untuk menyampaikan pandangannya.

2. Mengusulkan figur ahli independen dalam mekanisme HAM PBB

Presiden Dewan HAM PBB memiliki peran strategis dalam mengusulkan kandidat untuk Prosedur Khusus dan berbagai mekanisme ahli lainnya. Proses pengusulan dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, serta independensi kandidat, guna menjaga kredibilitas dan objektivitas mekanisme pemantauan HAM PBB.

3. Menjamin objektivitas dalam pembentukan badan investigasi Dewan

Dalam situasi tertentu, Presiden Dewan HAM PBB berwenang menunjuk para ahli yang akan bertugas dalam komisi penyelidikan atau misi pencarian fakta. Penunjukan ini dilakukan melalui proses konsultasi yang transparan dan tidak memihak, sehingga hasil investigasi memiliki legitimasi internasional yang kuat.

4. Mengelola tata kelola kelembagaan dan komunikasi resmi Dewan

Presiden Dewan HAM PBB bertugas menangani administrasi kelembagaan, termasuk menerima dan menanggapi korespondensi resmi dari perwakilan tetap negara anggota serta pihak terkait lainnya. Peran ini penting untuk menjaga kelancaran komunikasi dan koordinasi antarnegara di dalam Dewan.

5. Memperkuat kepercayaan internasional melalui diplomasi HAM

Selain fungsi prosedural, Presiden Dewan HAM PBB juga menjalankan peran diplomatik dengan membangun kepercayaan publik terhadap Dewan. Hal ini dilakukan melalui kegiatan diplomasi, dialog, dan penyuluhan yang menegaskan komitmen Dewan HAM PBB terhadap prinsip netralitas, transparansi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Terpilihnya Indonesia sebagai pemimpin Dewan HAM PBB melalui sosok Sidharto Reza Suryodipuro menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi HAM global. Kepemimpinan ini diharapkan mampu mendorong dialog yang inklusif, adil, dan berimbang di tengah dinamika isu HAM dunia.

Baca berita terkini tentang PBB atau berita global lainnya melalui tautan berikut:

Artikel Global Lainnya

Baca juga artikel terkait DEWAN HAM PBB atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Robiatul Kamelia
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yantina Debora