tirto.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan hibah pipa sepanjang 11 kilometer kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mendukung pengembangan jaringan distribusi air bersih. Pipa itu berguna untuk mempercepat perluasan akses layanan air bersih bagi masyarakat setempat.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengapresiasi sinergi harmonis yang telah terjalin antara PTFI dan pemerintah daerahnya dalam pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
“Kolaborasi seperti inilah yang menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, menjawab kebutuhan masyarakat, serta menciptakan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh masyarakat,” katanya saat menghadiri serah terima hibah 1.724 batang pipa di Dataran Rendah Mile 34, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Kamis (09/07/2026).
Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, mengatakan kerja sama ini melanjutkan sinergi yang sudah berjalan sebelumnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya PTFI dalam mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih.
"Kerja sama ini telah berlangsung cukup lama dan merupakan salah satu dari berbagai bentuk kolaborasi yang dilakukan Freeport bersama pemerintah. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus berjalan berdampingan dengan Pemerintah Kabupaten Mimika serta memberikan dukungan yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menikmati akses air bersih yang benar-benar layak dan aman untuk dikonsumsi," ujar Claus.
Proses penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Inosensius Yoga Pribadi dan Vice President Government Relations PTFI Lenny Josephina. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama jajaran manajemen PTFI.
Pipa hibah dari PTFI berupa material High-Density Polyethylene (HDPE) dengan berbagai ukuran. Dinas PUPR Kabupaten Mimika akan menggunakannya untuk memperluas jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terhubung dari Water Treatment Plant (WTP) 430 Kuala Kencana menuju Timika dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Pengembangan jaringan air bersih ini ditujukan untuk mendukung target layanan hingga 50.000 sambungan rumah pada akhir tahun 2027. Saat ini, sekitar 14.000 rumah telah tersambung ke jaringan air bersih.
Kerja sama dalam penyediaan air bersih antara PTFI dan Pemerintah Kabupaten Mimika terjalin sejak pembangunan WTP 430 di Kuala Kencana.
Dalam proyek itu, PTFI membangun fasilitas pendukung jaringan air bersih dengan dana sekitar Rp150 miliar. WTP 430 itu dilengkapi dua unit instalasi pengolahan air, dua tangki penampungan berkapasitas total 2,5 juta liter, dan empat pompa yang bisa menyalurkan 200 liter air bersih per detik.
"Penyediaan air bersih merupakan investasi bagi kesehatan, kualitas hidup, dan masa depan masyarakat. PTFI akan terus menjadi mitra pembangunan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Claus.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































