Menuju konten utama

Fokus Evakuasi, Tambang Freeport di Grasberg Masih Dihentikan

Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, itu menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang terjebak di bawah tanah.

Fokus Evakuasi, Tambang Freeport di Grasberg Masih Dihentikan
Pekerja melintasi areal tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (17/8/2022). ANTARA FOTO/Dian Kandipi/wpa/hp/pri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Freeport McMoRan Inc mengatakan operasional di area tambang raksasanya di Indonesia masih dihentikan. Hal ini menyusul masih berjalannya proses evakuasi terhadap tujuh orang karyawan, yang dilaporkan terjebak di area tambang bawah tanah (underground) di kawasan Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.

Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, yang berbasis di Phoenix, Arizona itu menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang terjebak di bawah tanah. Perusahaan tambang tersebut masih berusaha mencapai para kontraktor di Grasberg.

"Operasi (pekerjaan di area tambang) akan tetap dihentikan untuk memprioritaskan evakuasi pekerja secara aman," kata Freeport McMoRan Inc, dikutip Bloomberg, Jumat (12/9/2025).

Diketahui, proyek tambang di Grasberg adalah tambang tembaga terbesar kedua di dunia, dan jika gangguan berlangsung lama, maka potensi harga acuan tetap tinggi. Freeport diizinkan kembali mengekspor konsentrat dari operasi tersebut pada bulan Maret di bawah sistem kuota, setelah sebelumnya dilarang oleh Indonesia guna mendorong pemrosesan dalam negeri pada tahun lalu.

Freeport juga berusaha memanfaatkan 90 persen dari kuotanya sebelum berakhir bulan ini, setelah ekspor sebelumnya terganggu oleh cuaca.

Industri peleburan tembaga global tahun ini menghadapi kekurangan konsentrat yang parah, sehingga mendorong biaya pengolahan dan pemurnian bahan baku tersebut ke level negatif. Smelter baru Freeport di Indonesia pun perlahan mulai kembali beroperasi setelah rusak akibat kebakaran tahun lalu.

Sementara itu, harga tembaga di London Metal Exchange naik sekitar 1,8 persen pada pekan ini, menuju kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Juni.

Sebagai informasi, Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengatakan jajarannya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak manajemen PTFI untuk segera mengevakuasi tujuh karyawan yang terjebak dalam area tambang bawah tanah tersebut.

"Informasi yang kami terima dari petugas pengamanan internal PT Freeport ada tujuh orang yang terjebak. Kejadiannya sejak tadi malam jam 22.00 WIT,” kata Firman dihubungi dari Timika, pada Selasa (9/9/2025).

Fiman mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan terkait korban jiwa dalam insiden ini. “Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, semoga semuanya selamat dan segera dievakuasi," harapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, peristiwa longsor terjadi di dalam area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada Senin malam sekitar pukul 23.21 WIT.

Lokasi itu persis berada di bawah sekitar area tambang terbuka Grasberg yang sudah tidak lagi beroperasi sejak beberapa tahun lalu. Material basah (wetmuck) diduga berasal dari area panel GBC.

Di dalam area tambang bawah tanah PTFI di kawasan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, selalu terdapat fasilitas tempat berlindung (chamber) bagi para pekerja jika terjadi situasi yang membahayakan.

Chamber merupakan fasilitas darurat di tambang bawah tanah yang dilengkapi suplai udara bersih, logistik, dan sarana komunikasi untuk menjamin keselamatan pekerja saat terjadi situasi darurat, seperti kebakaran, runtuhan, atau paparan gas beracun.

Baca juga artikel terkait FREEPORT atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra